Translate

Jumat, 12 Desember 2025

Wahabi hujat muhammadiyah, berikut bantahannya

WAHABI HUJAT MUHAMMADIYAH 

Kali ini saya bela Muhammadiyah karena tunggal Guru jangan di ganggu .🤣

Wahabi kelompok Islam manapun akan di hujat di caci maki dan di hujat. Maka nya Wahabi Indonesia kerjaan nya hanya caci maki Amaliah muslim lainnya.
---

🔥Membela Muhammadiyah Dari Tuduhan wahabi 🔥

Yang posting gambar di atas itu jelas cuma modal jempol, bukan modal ilmu. Fitnahnya tebal, dalilnya nihil.

Sekarang kita luruskan lagi dengan pedas + fiqih yang benar.
---

1️⃣ “Muhammadiyah menghalalkan musik” → Tuduhan paling kopong

Dalam Aswaja sendiri, ulama sepakat bahwa musik itu ada yang MUBAH dan ada yang HARAM, tergantung isi dan dampaknya.

🎵 MUSIK MUBAH (BOLEH)

Ulama Aswaja seperti:

Imam Al-Ghazali (Ihya’)
Imam Al-Nawawi
Imam Ibn Hajar
Imam As-Suyuthi

Menjelaskan bahwa alat musik dan nyanyian hukumnya mubah jika:

Tidak mengandung kata-kata maksiat
Tidak mengajak pada zina
Tidak membuat lalai dari ibadah
Tidak campur dengan kemaksiatan lain

Ini sesuai dengan kaidah:

> "Al-ashlu fil asy-ya’ al-ibahah"
Asal segala sesuatu itu mubah sampai ada dalil haramnya.

🎵 MUSIK HARAM

Menjadi haram kalau:

Bernuansa syahwat, erotis, maksiat
Mengajak pada maksiat
Menjadi sebab meninggalkan kewajiban
Menimbulkan fitnah

Muhammadiyah juga mengajarkan hal yang sama. Yang bilang Muhammadiyah “menghalalkan musik” itu cuma bukti nggak pernah baca fatwa Muhammadiyah.
---

2️⃣ “Lebaran tidak ikut pemerintah” → Ini bukan kesesatan, ini FIQIH

Aswaja: rukyah + imkanur rukyah.
Muhammadiyah: hisab wujudul hilal.

-Dua-duanya:
-punya dalil,
-punya ushul,
-punya ulama besar,
-dipakai di dunia Islam.

Yang bilang sesat itu biasanya nggak ngerti bedanya hisab dan hitungan kasir minimarket.
---

3️⃣ “Banyak ustadz syubhat” → Semua ormas ADA oknum

Aswaja NU ada oknum.
Wahabi ada oknum.
Tarikat ada oknum.
Muhammadiyah ada oknum.

Cuma yang aneh:
Oknum sendiri nggak dibereskan, tapi semangat menuding ormas lain.

Kalo kontribusi Muhammadiyah aja ngga bisa disaingi (RS, uni, panti asuhan),
mending diam daripada fitnah.
---

4️⃣ “Sekolah campur baur laki-perempuan” → Tidak otomatis haram

Dalam fiqih Aswaja:

Campur laki-perempuan boleh selama bukan khalwat

Ada adab, pemisahan tertentu, aturan jelas

Interaksi sosial normal itu mubah

Imam Nawawi menegaskan bolehnya interaksi publik laki-perempuan dengan adab syar’i.

Jadi, sekolah Muhammadiyah yang rapi adabnya jelas lebih syar’i daripada tukang fitnah di medsos.
---

🔥 KESIMPULAN NYA:

Muhammadiyah itu:

-Tidak sesat
-Tidak menyimpang
-Tidak menghalalkan yang haram
-Justru beramal nyata untuk Indonesia

Yang sesat itu fitnah model ginian, bukan perbedaan fiqih.

Musik itu ada yang mubah, ada yang haram.
Yang haram itu fitnah dan kebodohan yang dibungkus ke-sok-an agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar