A. KESALAHAN LOGIKA KLAIM “SEMUA BID‘AH SESAT”
Mereka berdalil dengan hadits:
“Kullu bid‘atin dhalalah.”
(HR. Muslim)
📌 Kesalahan fatal:
Memahami kata “kullu (semua)” secara mutlak, tanpa melihat penggunaan bahasa Arab, penjelasan Nabi, dan praktik sahabat.
➡️ Dalam bahasa Arab & Al-Qur’an, “kullu” sering bermakna “kebanyakan / yang dimaksud”, bukan mutlak tanpa pengecualian.
B. DALIL AL-QUR’AN: “SEMUA” TIDAK SELALU MUTLAK
1️⃣ QS. Al-Ahqaf: 25
“Angin itu menghancurkan **segala sesuatu (kulla syai’)”*
❓ Apakah benar segala sesuatu hancur, termasuk langit & gunung? ➡️ Tidak. Yang dimaksud: segala sesuatu yang layak dihancurkan.
📌 Ini kaidah bahasa Arab, bukan akal-akalan.
C. HADITS NABI SENDIRI MEMBANTAH “SEMUA BID‘AH SESAT”
2️⃣ Hadits Shahih:
“Barang siapa MENCONTOHKAN dalam Islam suatu sunnah hasanah (perkara baik), maka ia mendapat pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya.”
(HR. Muslim)
❓ Pertanyaan ilmiah:
Jika semua hal baru = sesat
Lalu apa makna “sunnah hasanah” dalam hadits ini?
➡️ Tidak mungkin Nabi memuji kesesatan.
📌 Ulama sepakat:
Hadits ini dalil eksplisit adanya bid‘ah hasanah
D. PRAKTIK SAHABAT = BID‘AH YANG DIBENARKAN
3️⃣ Umar bin Khattab tentang Tarawih
“Ni‘matil bid‘atu hâdzihi (sebaik-baik bid‘ah adalah ini).”
(HR. Bukhari)
❓ Apakah Umar tidak paham hadits “kullu bid‘ah dhalalah”? ➡️ Mustahil.
📌 Kesimpulan:
Umar menggunakan kata bid‘ah secara syar‘i
Tapi tidak semua bid‘ah sesat
E. IJMA’ ULAMA MAZHAB (PALING KUAT)
4️⃣ Imam Syafi‘i
“Bid‘ah itu ada dua: terpuji dan tercela.”
5️⃣ Imam Nawawi (Syarh Shahih Muslim)
“Bid‘ah terbagi menjadi lima: wajib, sunnah, mubah, makruh, haram.”
6️⃣ Imam Izzuddin bin Abdissalam
“Bid‘ah ditimbang dengan kaidah syariat.”
📌 Ini IJMA’ ulama Ahlussunnah, bukan pendapat pinggiran.
F. KESALAHAN SALAFI–WAHABI (INTINYA)
❌ Mencomot 1 hadits, buang penjelasan ulama
❌ Mengabaikan praktik sahabat
❌ Menyalahkan umat 1000+ tahun
❌ Mengklaim pemahaman sendiri paling murni
➡️ Ini ghuluw (ekstrem), bukan manhaj salaf sejati.
G. KESIMPULAN ILMIAH (FINAL)
✔ Bid‘ah secara bahasa = perkara baru
✔ Bid‘ah secara syariat = yang MENYELISIHI dalil
❌ Tidak semua yang baru itu sesat
❌ Klaim “semua bid‘ah sesat” menyelisihi Qur’an, hadits, sahabat, dan ijma’
Rumus Aswaja:
Baru ≠ sesat
Sesat = menyelisihi syariat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar