Translate

Jumat, 19 Desember 2025

Perbedaan pandangan Salafi – Asy‘ari – Maturidi dalam memahami sifat Allah, secara adil, ilmiah, dan tanpa saling menyesatkan.

Perbedaan pandangan Salafi – Asy‘ari – Maturidi dalam memahami sifat Allah, secara adil, ilmiah, dan tanpa saling menyesatkan.
1. Titik kesepakatan bersama
Semua sepakat bahwa:
Allah tidak sama dengan makhluk
Allah Maha Sempurna
Ayat dan hadis sifat wajib diimani
Tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk) haram
2. Perbedaan pendekatan (bukan tujuan)
A. Salafi / Atsari (Manhaj Salaf)
Metode: Itsbāt bilā kayf wa lā tamtsīl
(Menetapkan sifat tanpa menanyakan bagaimana dan tanpa menyerupakan)
Sikap terhadap sifat Allah:
Menetapkan semua sifat yang sahih dari Qur’an & Sunnah
Tidak menakwil (ta’wil tafshili)
Menyerahkan hakikatnya kepada Allah (tafwīḍ al-kaif)
Contoh:
Allah Maha Melihat → benar-benar melihat, tanpa alat
Allah di atas ‘Arsy → di atas secara hakiki, tapi tidak seperti makhluk
Dalil utama:
QS. Asy-Syūrā: 11
Perkataan Imam Malik tentang istiwa’
Kelebihan:
Paling dekat dengan pemahaman sahabat
Minim spekulasi filsafat
B. Asy‘ariyah
Metode: kombinasi tafwīḍ dan ta’wīl ijmālī / tafshīlī bila diperlukan
Sikap terhadap sifat Allah:
Menetapkan sifat ma‘nawiyah (ilmu, qudrah, iradah, dll)
Untuk sifat khabariyah (yad, istiwa’, wajh):
Sebagian tafwīḍ makna (diam, tidak menafsirkan)
Sebagian ta’wīl untuk menolak tasybih
Contoh:
“Allah di atas ‘Arsy”:
Ditakwil: istiwā’ = menguasai (istawlà)
Atau: maknanya tidak diketahui, hanya Allah yang tahu
Dalil pendekatan:
QS. Ali ‘Imran: 7 (ayat mutasyabihat)
Kaidah: menutup pintu tasybih bagi awam
Kelebihan:
Proteksi kuat dari penyerupaan Allah
Efektif menghadapi filsafat ekstrem
C. Maturidiyah
Metode: mirip Asy‘ari, tapi lebih rasional dan sistematis
Sikap terhadap sifat Allah:
Menetapkan sifat dzatiyah & fi‘liyah
Lebih sering ta’wil rasional pada sifat khabariyah
Contoh:
“Allah melihat” → bukan dengan mata
“Allah di atas” → bukan arah, tapi ketinggian martabat
Kelebihan:
Logis dan filosofis
Dominan di wilayah Hanafi
3. Perbandingan ringkas
Aspek
Salafi
Asy‘ari
Maturidi
Metode
Itsbat tanpa kayf
Tafwid / Ta’wil
Ta’wil rasional
Istiwa’
Di atas ‘Arsy hakiki
Menguasai / tafwid
Ketinggian makna
Yad
Tangan sesuai keagungan Allah
Kekuasaan / nikmat
Kekuasaan
Fokus
Dalil salaf
Proteksi akidah
Rasionalisasi
Tuduhan umum
“Antropomorfis”
“Menakwil berlebihan”
“Filosofis”
⚠️ Tuduhan ini tidak otomatis benar, tergantung bagaimana dipraktikkan.
4. Sikap adil yang diajarkan ulama
Imam An-Nawawi (Asy‘ari) berkata:
“Mazhab salaf adalah mengimani ayat sifat tanpa ta’wil dan tanpa tasybih.”
Ibnu Taimiyah (Atsari) berkata:
“Sebagian ulama melakukan ta’wil karena ijtihad, dan mereka tidak dicela.”
➡️ Perbedaan ini adalah perbedaan metode, bukan perbedaan iman.
5. Kesimpulan tegas & tenang
Semua sepakat: Allah tidak serupa makhluk
Salafi → menetapkan tanpa ta’wil
Asy‘ari & Maturidi → menakwil untuk menjaga tanzih
Selama tidak menyerupakan dan tidak menolak nash → masih dalam Ahlus Sunnah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar