Jawaban singkatnya: 👉 Tidak ada Salaf yang muktabar (sahih dinukil) yang memaknai yad Allah sebagai tangan secara hakiki seperti makhluk, atau istiwa’ sebagai Allah bertempat/duduk di atas ‘Arsy.
Pemaknaan seperti itu muncul dari kelompok menyimpang, bukan dari Salaf yang lurus.
1. Manhaj Salaf yang Asli dalam Sifat Allah
Salaf (para sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in) memiliki kaidah baku:
إثبات بلا تمثيل، وتنزيه بلا تعطيل، وإمرار بلا كيف
Menetapkan tanpa menyerupakan, mensucikan tanpa meniadakan, dan membiarkan tanpa menanyakan bagaimana.
Contoh pernyataan Salaf:
Imam Malik (w. 179 H) saat ditanya tentang istiwa’:
“Al-istiwa’ ma‘lūm, wal-kaif majhūl, wal-īmān bihi wājib, was-su’āl ‘anhu bid‘ah.”
(Istiwa’ itu diketahui (lafaznya), bagaimananya tidak diketahui, beriman wajib, bertanya ‘bagaimana’ adalah bid‘ah)
➡️ Imam Malik tidak mengatakan istiwa’ = duduk / bertempat.
2. Siapa yang Memaknai Istiwa’ = Bertempat?
Pemaknaan Allah bertempat, duduk, menempati arah bukan berasal dari Salaf, tapi dinisbatkan kepada kelompok berikut:
a. Karrāmiyyah (abad 3 H)
Mengatakan Allah berada di atas ‘Arsy secara tempat dan arah
Dianggap menyimpang oleh Ahlus Sunnah
Imam Al-Baghdadi dan Imam Al-Juwaini secara tegas membantah mereka.
b. Mujassimah & Musyabbihah
Mengatakan Allah punya anggota badan
Memahami yad = tangan fisik
istiwa’ = duduk/menetap
⚠️ Ini bukan Salaf, tapi kelompok yang menisbatkan diri ke Salaf.
c. Hashwiyyah
Kelompok tekstual ekstrem
Menelan zahir ayat tanpa kaidah tanzih
Diperingatkan oleh para ulama hadis sendiri
Imam Ahmad (yang sering dipakai legitimasi) berlepas diri dari tasybih.
3. Sikap Salaf terhadap “Yad” Allah
Salaf menetapkan lafaz “yad” karena ada di Al-Qur’an, tetapi:
❌ Tidak mengatakan: tangan fisik
❌ Tidak menyerupakan dengan makhluk
❌ Tidak menjelaskan bentuknya
➡️ Tafwidh makna hakiki + tanzih
Imam Sufyan ats-Tsauri:
“Semua yang Allah sifatkan pada diri-Nya, maka tafsirnya adalah membacanya dan diam.”
4. Kesimpulan Tegas
🔴 Tidak ada Salaf yang mengatakan:
Allah bertempat
Allah duduk di atas ‘Arsy
Allah punya tangan fisik seperti manusia
🟢 Yang ada:
Salaf menetapkan nash
Menolak tasybih (penyerupaan)
Menolak takyif (menentukan bentuk)
📌 Pemaknaan istiwa’ = bertempat dan yad = tangan fisik adalah manhaj Khalaf yang menyimpang, bukan Salaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar