Translate

Kamis, 04 Desember 2025

Khotbah Jum'at " Kerusakan Alam dan Tanggung Jawab Manusia"

KHUTBAH JUMAT

Tema: Kerusakan Alam dan Tanggung Jawab Manusia

Khutbah Pertama
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan, menurunkan hujan, menumbuhkan pepohonan, dan menjadikan bumi tempat berpijak yang aman. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Aku wasiatkan kepada diri dan kalian semua untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Taqwa bukan hanya pada dimensi ritual, tetapi juga taqwa ekologis — menjaga alam karena itu bagian dari amanah Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴾

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali."
(QS. Ar-Rum: 41)
Ayat ini menjadi cermin keras bagi kita, bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kita saat ini bukan muncul begitu saja. Di banyak daerah kita menyaksikan hutan-hutan ditebang tanpa kontrol, gunung dirusak dengan tambang, sungai tercemar, tanah kehilangan daya serap, hingga akhirnya banjir melanda, longsor terjadi, sumber air menghilang, udara panas meningkat, dan ekosistem terganggu.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ بَعْدَ اِصْلَا حِهَا وَا دْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًا ۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
"(Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi) dengan melakukan kemusyrikan dan perbuatan-perbuatan maksiat (sesudah Allah memperbaikinya) dengan cara mengutus rasul-rasul (dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut) terhadap siksaan-Nya (dan dengan penuh harap) terhadap rahmat-Nya. (Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik) yakni orang-orang yang taat. Lafal qariib berbentuk mudzakkar padahal menjadi khabar lafal rahmah yang muannats, hal ini karena lafal rahmah dimudhafkan kepada lafal Allah."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 56)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya."
(QS. Al-A’raf: 56)
Alam ini telah Allah ciptakan dengan sistem yang sempurna. Pohon yang tumbuh di gunung bukan sekadar kayu, ia menahan erosi, mengikat air, menghasilkan oksigen, dan menjadi rumah bagi makhluk hidup. Ketika pohon ditebang tanpa tebang pilih dan tanpa penanaman kembali, tanah menjadi gundul, air hujan tidak lagi diserap, dan jadilah banjir bandang yang menghanyutkan rumah dan menelan korban jiwa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia atau binatang, melainkan itu menjadi sedekah baginya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa mulianya Islam memandang pohon, bahkan buah yang dimakan hewan pun menjadi pahala jariyah bagi penanamnya. Maka sebaliknya, menebang pohon sembarangan adalah bentuk keserakahan yang menimbulkan mudarat sosial.
Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seseorang menebang pohon bidara (yang menjadi tempat berteduh orang) dengan sengaja, kecuali Allah akan memasukkan kepalanya ke neraka."
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menegaskan bahaya perusakan alam untuk kepentingan diri. Jika satu pohon bidara saja diperingatkan keras, bagaimana dengan hutan ratusan hektar yang ditebang? Air mata alam mengalir dalam bentuk banjir dan longsor — bukan azab semata, melainkan peringatan agar kita kembali kepada Allah.
Jamaah rahimakumullah,
Dampak kerusakan hutan hari ini dapat dilihat secara ilmiah:
🌳 Hutan hilang → tanah gundul → hujan deras menjadi banjir.
🌳 Akar tidak lagi menahan tanah → terjadilah longsor.
🌳 Penebangan masif → sumber air hulu mengering → krisis air bersih.
🌳 Iklim panas meningkat → gagal panen, penyakit, dan kekurangan pangan.
Ini semua terjadi karena manusia melupakan amanah sebagai khalifah di bumi. Allah berfirman:
"Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di bumi..."
(QS. Fathir: 39)
Khalifah bukan hanya pemimpin manusia, tetapi penjaga bumi yang Allah titipkan.
Khutbah Kedua
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Marilah kita memperbaiki sikap kita terhadap alam. Selama tangan manusia masih rakus, harta dan keuntungan lebih dipentingkan daripada kemaslahatan, maka bencana akan terus datang. Allah berfirman:
"Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara setan."
(QS. Al-Isra’: 27)
Termasuk pemborosan adalah mengeksploitasi alam tanpa manfaat bagi masyarakat luas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Iman itu memiliki lebih dari 60 cabang… dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah cabang dari iman."
(HR. Muslim)
Jika membersihkan sampah saja bagian dari iman, maka menjaga hutan, menanam pohon, dan menjaga sungai tentu lebih besar pahalanya. Jangan sampai kita mewariskan lingkungan yang rusak kepada anak cucu, karena kelak akan menjadi beban hisab di hadapan Allah.
Maka mari kita lakukan langkah nyata:
Tidak menebang pohon sembarangan, lakukan penghijauan kembali.
Buang sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan plastik.
Menjaga sungai, selokan, dan aliran air agar tidak tersumbat.
Dukung program reboisasi dan penertiban pembalakan liar.
Tanam karakter peduli lingkungan pada anak-anak sejak dini.
bantu masyarakat terdampak banjir & longsor — sebagai bentuk solidaritas iman.
Semoga Allah melapangkan hati kita untuk ikut serta memperbaiki bumi.
Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا.
اللَّهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَ نِعْمَتَكَ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مِنْ لَدُنْكَ بَلَاءً إِلَّا رَحْمَةً.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْئًا غَدَقًا مُجَلِّلًا عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْ أَرْضِنَا وَثَمَرَاتِنَا، وَادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالطَّوَافَانَ وَسُوءَ الْفِتَنِ.
عِبَادَ اللّٰه
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... (QS. An-Nahl: 90)
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Jika Anda mau, saya bisa buatkan variasi tambahan:
🔹 versi singkat 10 menit
🔹 versi bahasa Jawa campuran
🔹 versi dengan contoh kasus banjir Indonesia
🔹 versi dengan ilustrasi kisah sahabat/ulama
🔹 versi PDF/Word siap print
Anda ingin dibuatkan yang mana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar