Translate

Minggu, 14 Desember 2025

Siapa Asy‘ariyah & Maturidiyah?

 Siapa Asy‘ariyah & Maturidiyah?
Asy‘ariyah dinisbatkan kepada Imam Abul Hasan Al-Asy‘ari (w. 324 H)
Maturidiyah dinisbatkan kepada Imam Abu Manshur Al-Maturidi (w. 333 H)
Keduanya: ✅ Ahlus Sunnah
✅ Membela akidah Salaf
✅ Muncul untuk meluruskan ekstremitas Mujassimah dan Mu‘aththilah
2. Manhaj Mereka dalam Sifat Allah
Prinsip utama:
إثبات مع التنزيه Menetapkan sifat Allah tanpa menyerupakan
Namun metode mereka berbeda pada teknis, bukan pada akidah pokok.
3. Hubungan dengan Manhaj Salaf
🔹 Salaf:
Menetapkan nash
Tidak menakwil
Tidak menentukan makna hakiki
Menyerahkan makna kepada Allah (tafwidh)
🔹 Asy‘ariyah & Maturidiyah:
Pada asalnya mengikuti Salaf
Terkadang melakukan ta’wil ketika:
Zahir lafaz berpotensi tasybih
Untuk membantah mujassimah
Dalam konteks debat ilmiah
➡️ Ta’wil bukan penolakan sifat, tapi alat penjagaan tanzih.
4. Apakah Ta’wil Menyimpang?
Menurut ulama besar Ahlus Sunnah: ❌ tidak menyimpang
Imam An-Nawawi (Asy‘ari):
“Manhaj Salaf lebih selamat, manhaj Khalaf lebih kuat dalam hujjah.”
Ibnu Hajar Al-‘Asqalani:
“Tidak boleh memaknai sifat dengan makna zahir yang menyerupakan makhluk.”
5. Contoh Kasus: Yad & Istiwa’
a. Yad (tangan)
Salaf: menetapkan lafaz, diam dari makna hakiki
Asy‘ariyah:
Bisa tafwidh
Atau ta’wil: yad = qudrah / ni‘mah (ketika perlu)
📌 Bukan berarti menolak ayat, tapi menolak penyerupaan.
b. Istiwa’
Salaf: istiwa’ sebagaimana layak bagi Allah, tanpa kaif, tanpa tempat
Asy‘ariyah & Maturidiyah:
Menolak makna duduk/bertempat
Kadang ta’wil: istiwa’ = qahr / istîlâ’ (menguasai)
📌 Ini juga ada rujukan dari ulama Salaf, seperti Imam Al-Bayhaqi menukil dari ulama awal.
6. Apakah Asy‘ariyah Menyalahi Salaf?
❌ Tidak.
Justru:
Mereka membela aqidah Salaf
Melawan:
Mujassimah (Allah seperti makhluk)
Mu‘aththilah (menolak sifat)
📚 Karena itu mayoritas:
Ulama hadis
Ulama fiqih 4 mazhab
Ulama tafsir klasik
➡️ Asy‘ariyah–Maturidiyah = Ahlus Sunnah wal Jama‘ah
7. Kesimpulan Singkat
🔹 Salaf tidak pernah mengatakan Allah bertempat 🔹 Asy‘ariyah & Maturidiyah tidak menyimpang 🔹 Ta’wil dilakukan bukan untuk mengubah ayat, tapi menjaga kemurnian tauhid
Yang menyimpang adalah yang memaknai zahir hingga tasybih, lalu mengklaim itu manhaj Salaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar