🔹 Apa itu Isbāl?
Isbāl adalah menjulurkan pakaian (sarung, celana, gamis) melebihi mata kaki. Hadits tentang isbal sering disebut dalam konteks sombong (khuyalā’).
🔹 Asbābul Wurūd Hadits tentang Isbāl
Hadits-hadits mengenai isbal muncul karena konteks sosial masyarakat Arab kala itu, di mana:
1. Pakaian panjang adalah simbol kesombongan
Di masa jahiliyah, orang-orang kaya dan bangsawan biasanya:
memakai pakaian panjang menjuntai,
menyeret ujung pakaian di tanah,
sebagai tanda status sosial, kekayaan, dan kesombongan.
Karena itu Nabi ﷺ menegur dan memberi aturan khusus agar tidak menyeret pakaian karena sombong.
🔹 Contoh Hadits dan Sebab Kemunculannya
1. Hadits: “Apa yang di bawah mata kaki dari izar berada di neraka.”
(HR. Bukhari)
Asbabul wurud:
Nabi ﷺ menyampaikan ini untuk memperingatkan kaum laki-laki yang sengaja memanjangkan kain dengan rasa bangga dan sombong.
Konteks ini sesuai budaya jahiliyah, di mana mereka menyeret kain sebagai pamer kehormatan.
2. Kisah Abu Bakar r.a.
Abu Bakar berkata:
“Wahai Rasulullah, kainku terkadang turun melebihi mata kaki, namun aku selalu berusaha mengangkatnya.”
Nabi ﷺ menjawab:
“Engkau tidak melakukannya karena sombong.”
(HR. Bukhari)
Asbabul wurud:
Hadits ini muncul ketika Abu Bakar khawatir dirinya terkena ancaman isbal, padahal:
Ia tidak bermaksud sombong,
kainnya turun bukan sengaja,
dan ia selalu mengangkatnya.
Nabi ﷺ pun mengklarifikasi bahwa larangan isbal terkait kesombongan, bukan semata panjang kain.
3. Hadits tentang orang yang disiksa karena menyeret izar
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada seseorang yang disiksa, karena ia berjalan sambil menyeret pakaiannya dengan sombong.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Asbabul wurud:
Terdapat kisah seorang laki-laki Quraisy yang:
memakai pakaian sangat panjang,
ketika berjalan ujungnya diseret ke tanah,
dan ia melakukannya dengan angkuh.
Pada peristiwa inilah Rasulullah ﷺ menjelaskan bahaya isbal yang disertai kesombongan.
🔹 Intisari Asbābul Wurūd
Hadits
Latar belakang
Fokus larangan
“Di bawah mata kaki di neraka”
Menanggapi budaya Quraisy yang menjadikan pakaian panjang sebagai kesombongan
Isbal secara sengaja untuk pamer
Kisah Abu Bakar
Abu Bakar takut terjatuh dalam larangan
Penegasan: tidak berlaku bagi yang tidak sombong
Hadits orang disiksa
Ada laki-laki yang berjalan dengan angkuh menyeret kain
Sombong adalah sebab utama
🔹 Kesimpulan Ulama tentang Asbabul Wurud
Mayoritas ulama klasik seperti:
Ibn Hajar,
An-Nawawi,
Al-Qurthubi,
Ibnu Abdil Barr,
menjelaskan bahwa hadits isbāl turun karena fenomena kesombongan dalam mengenakan pakaian.
Karena itu larangan inti adalah khuyalā’ (kesombongan), bukan sekadar panjang pakaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar