Inilah pengakuan Ikhsan pria di Siak, Riau yang tega bunuh sahabatnya gegara tak dibagi Wifi.
Adapun Ikhsan nekat menghabisi nyawa sahabatnnya bernama Novrianto karena tak dibagi Wifi.
Ikhsan mengaku kesal karena Novrianto mematikan Wifi padahal dirinya sudah memberikan istrinya untuk ditiduri korban.
Perbuatan Ikhsan terungkap setelah mayat korban ditemukan terkubur di depan halaman rumah kebun yang dihuni pelaku bersama istrinya, AL.
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra mengatakan, Ikhsan ditangkap setelah melarikan diri ke Kota Pekanbaru.
Pada saat penangkapan, petugas terpaksa menembak kaki pelaku karena melarikan diri.
"Pelaku ditangkap di lokasi persembunyiannya di wilayah Kecamatan Bina Widya, pada Rabu (29/10/20259 malam," ujar Eka, Jumat (31/10/2025) malam, melansir dari Kompas.com.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku membunuh korban berawal dari tidak mau berbagi hotspot internet atau wifi.
Pelaku dan korban sempat dua kali minum tuak di rumah kebun tempat tinggal pelaku.
Pertama pada 11 Oktober 2025.
Saat itu, korban meraba tubuh istri pelaku.
Lalu, pada 25 Oktober 2025, pelaku dan korban kembali menenggak tuak.
Pada 26 Oktober, sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku menarik paksa istrinya yang sedang tidur di kamar belakang, dan dibawa ke ruang tamu.
Di situ pelaku tega menyuruh istrinya untuk melayani korban berhubungan badan.
Sang istri sempat melakukan perlawanan, namun tidak berhasil.
Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku dan korban kembali minum tuak.
"Sekitar pukul 04.30 WIB, istri tersangka mandi sambil menangis dan bersiap-siap berangkat berjualan ke pasar Perawang," kata Eka.
Pada pukul 04.55 WIB, pelaku meminta hotspot kepada korban, karena ponsel istrinya dibawa ke pasar.
Namun, menjelang matahari terbit, pelaku bertanya kenapa korban mematikan hotspot.
Korban menjawab karena baterai mau habis dan kuota internet hanya tersisa 200 MB.
Rupanya, pelaku melihat korban masih menonton video porno di ponselnya.
Hal itu membuat pelaku merasa sakit hati karena korban itung-itungan.
Padahal, pelaku sudah memperbolehkan korban berhubungan badan dengan istrinya.
"Dari situ lah timbul pikiran tersangka untuk menghabisi korban," kata Eka.
Pelaku kemudian membacok korban hingga tewas.
Usai menjalankan aksinya, pelaku mencoba menghilangkan barang bukti dengan membuang noda darah di kasur dan kain ke belakang rumah.
Selanjutnya, pelaku mengambil terpal berwarna biru yang terletak di meja luar rumah dan digunakan untuk menutupi mayat korban.
Pelaku juga mengambil daun-daun kering dan daun pisang untuk menutupi mayat korban, agar tidak terlihat.
Pada pukul 06.20 WIB, istri pelaku pulang ke rumah.
Sang istri sempat bertanya di mana korban.
Pelaku menjawab, korban dijemput oleh kawannya.
Sekitar pukul 06.30 WIB, korban menggali lubang untuk mengubur jasad korban.
Tepat pada Senin (27/10/2025), sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku pergi melarikan diri.
Namun, tim Satreskrim Polres Siak dapat menemukan tempat persembunyian pelaku hingga tertangkap.
Dari kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa 1 bilah parang, 1 buah ember, 1 helai kain warna hitam ada bercak darah, terpal, pakaian hingga 1 bungkus plastik diduga sisa pembakaran kasur.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh penyidik, terungkap bahwa pelaku dan korban pernah melakukan hubungan sesama jenis di ruko sarang walet dekat rumah pelaku.
"Pelaku kita jerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP. Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun," kata Eka.
Sumber: https://medan.tribunnews.com/news/1767005/pengakuan-ikhsan-bunuh-sahabatnya-gegara-tak-dibagi-wifi-padahal-berikan-istrinya-ditiduri?page=3.
Peristiwa tragis seperti yang dilakukan oleh Ikhsan di Siak, Riau, menunjukkan betapa jauh seseorang bisa tersesat ketika nafsu, kemaksiatan, dan kehilangan iman menguasai dirinya. Dari sudut pandang Islam, terdapat banyak pelajaran (ʿibrah) dan peringatan moral (mawʿizhah) yang dapat diambil:
1. Hilangnya iman akan menyeret manusia pada kebiadaban
Allah ﷻ berfirman:
"وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ"
“Barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk pun.” (QS. Az-Zumar: 23)
Ketika hati jauh dari iman dan dzikir, manusia bisa terjerumus pada perbuatan yang tidak masuk akal dan melampaui batas kemanusiaan, seperti membiarkan istrinya berzina dan kemudian membunuh sahabatnya karena perkara sepele. Ini buah dari hati yang mati dan tidak lagi takut kepada Allah.
2. Zina dan minuman keras membuka pintu kehancuran
Kedua hal ini jelas diharamkan oleh Islam karena keduanya menghapus akal sehat dan merusak kehormatan manusia.
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ... رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ"
“Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya khamar dan judi itu najis, termasuk perbuatan setan.” (QS. Al-Mā’idah: 90)
اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ
“Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. Al-Mā’idah: 91)
Ayat ini memberikan dua alasan utama diharamkannya khamar dan judi: pertama, karena khamar dan judi menimbulkan permusuhan dan rasa saling membenci di antara sesama manusia. Kedua, karena khamar dan judi melalaikan mereka dari mengingat Allah dan shalat. Kedua alasan ini menunjukkan dampak negatif serius yang lahir dari dua perbuatan tersebut terhadap hubungan sosial dan spiritual manusia, pada akhirnya dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh keimanan. (https://nu.or.id/tafsir/tafsir-surat-al-maidah-ayat-91-alasan-di-balik-larangan-judi-dan-minum-khamar-Xy95q)
"وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا"
“Janganlah kamu mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isrā’: 32)
Ikhsan dan korban melakukan tiga maksiat besar sekaligus — minum tuak (khamar), zina (bahkan mengizinkan istrinya dizinai) dan liwat (sodomi). Maka tidak heran, dari maksiat itu lahirlah dosa yang lebih besar: pembunuhan.
3. Hati yang keras dan nafsu yang dibiarkan akan menumpulkan rasa malu
Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ"
“Jika engkau tidak memiliki rasa malu, maka lakukanlah sesukamu.” (HR. al-Bukhari)
Ketika rasa malu kepada Allah hilang, seseorang bisa menyerahkan istrinya sendiri, lalu merasa “dizalimi” hanya karena hal sepele seperti Wi-Fi. Ini menunjukkan hilangnya fitrah dan akal sehat akibat dosa yang menumpuk.
4. Membunuh jiwa tanpa hak termasuk dosa besar yang amat berat
Allah ﷻ berfirman:
"وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا..."
“Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, kekal di dalamnya…” (QS. An-Nisā’: 93)
Nyawa manusia adalah amanah Allah, dan tidak boleh diambil tanpa hak, apalagi hanya karena masalah duniawi sepele.
5. Lingkungan buruk dan pergaulan maksiat menjerumuskan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"المرءُ على دينِ خليلِهِ، فلينظُرْ أحدُكم مَن يُخالِلْ"
“Seseorang tergantung agama (karakter) temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Ikhsan dan korban sama-sama hidup dalam lingkungan mabuk dan dosa. Maka wajar jika akhirnya mereka saling menjerumuskan hingga kejahatan besar terjadi.
6. Hikmah terbesar: dosa kecil yang dibiarkan akan beranak menjadi dosa besar
Mulanya hanya minum tuak, lalu zina, kemudian kebencian dan pembunuhan.
Inilah rantai kejahatan (سلسلة المعاصي) yang sering diperingatkan oleh para ulama: satu maksiat membuka pintu maksiat lainnya.
Kisah ini bukan sekadar berita kriminal, tapi cermin rusaknya moral akibat jauhnya manusia dari agama.
Pelajaran yang dapat diambil:
1. Jauhi khamar dan pergaulan bebas.
2. Pelihara kehormatan diri dan keluarga.
3. Tanamkan rasa takut kepada Allah dan rasa malu.
4. Jangan remehkan dosa sekecil apa pun.
5. Carilah teman dan lingkungan yang baik.
Semoga Allah jauhkan kita dan keluarga kita dari segala keburukan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar