Berikut dalil hadits lengkap dan penjelasan ulama mengenai orang yang beser (daimul hadats / salisul baul) — yaitu orang yang terus-menerus keluar urine sehingga tidak bisa menahannya.
🕌 1. HADITS UTAMA: Fatimah binti Abu Hubaisy
📜 Hadits Shahih Bukhari dan Muslim
عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ، فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ ﷺ:
«إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَ بِالْحَيْضِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ، ثُمَّ صَلِّي»
Artinya:
"Itu hanyalah darah penyakit, bukan haid. Bila datang haid, tinggalkan sholat. Bila selesai, mandilah dan sholatlah.”
(HR. Bukhari no. 306, Muslim no. 333)
DALIL DALAM HADITS INI UNTUK DAIMUL HADATS
Ulama berijma’ bahwa hukum istihadhah = hukum beser, karena sama-sama daimul hadats yaitu hadats yang terus keluar tanpa bisa dikendalikan.
🕌 2. HADITS: Wanita Istihadhah Mendapat Perintah Berwudhu Setiap Masuk Waktu
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ لِلْمُسْتَحَاضَةِ:
«تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلاَةٍ»
"Nabi ﷺ bersabda kepada wanita istihadhah:
Berwudhulah untuk setiap sholat.”
(HR. Bukhari secara mu’allaq, disambung oleh Abu Dawud no. 287, Tirmidzi no. 128 — hasan shahih)
Ini dalil paling kuat bahwa orang yang hadats terus-menerus hanya wajib wudhu setiap kali masuk waktu.
🕌 3. HADITS: Wanita Istihadhah Boleh Sholat Walaupun Darah Mengalir
عَنْ حَمْنَةَ بِنْتِ جَحْشٍ…
فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ ﷺ:
«فَإِنَّمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَتَحَيَّضِي سِتَّةَ أَيَّامٍ...
ثُمَّ اغْتَسِلِي، فَإِذَا اسْتَنْقَعَتْ الدَّمُ فَتَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلاَةٍ، وَصَلِّي»
(HR. Abu Dawud no. 287, Ahmad 6/381 — shahih)
Makna penting:
Darah istihadhah tetap keluar tetapi Nabi ﷺ tetap menyuruh:
mandi ketika selesai masa haid,
setelah itu sholat,
meskipun darah masih terus menetes.
👉 Ini dalil langsung untuk kasus beser: urine tetap keluar, tapi sholat tetap wajib.
🕌 4. ATSAR SAHABAT: Ibnu Umar & Aisyah
A. Ibnu Umar
Ibnu Umar berkata tentang orang istihadhah:
"تَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ"
"Ia berwudhu setiap sholat."
(Diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa’ no. 57)
B. Aisyah
Aisyah tentang wanita yang darahnya keluar terus:
"تَجْلِسُ الْمَرْأَةُ إِذَا اسْتُحِيضَتْ … ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي"
"Wanita istihadhah menunggu masa haidnya… lalu mandi dan tetap sholat."
(Al-Bukhari mu’allaq, disambung dengan sanad shahih oleh Abdurrazzaq)
🕌 5. KESIMPULAN FIQIH (SYAFI’I, HANAFI, MALIKI, HANBALI)
Hukum orang beser (daimul hadats):
Wajib bersuci (cuci najis) semampunya.
Wajib wudhu setiap masuk waktu sholat fardhu.
Wudhunya tidak batal meski urine masih menetes
→ karena umum al-balwa (kesulitan yang terus-menerus).
Ia boleh sholat, boleh thawaf, boleh baca Qur’an, selama mengikuti aturan di atas.
Tidak perlu wudhu ulang untuk sholat sunnah selama masih dalam waktu yang sama.
🕌 RINGKASAN AMALIYAH UNTUK ORANG BESER
Ketika masuk waktu sholat → bersihkan najis sebisanya.
Tutup area najis dengan tisu / kain / pembalut khusus.
Wudhu setelah masuk waktu.
Langsung sholat.
Jika keluar urine lagi → diabaikan, sholat tetap sah.
Jika waktu sholat telah masuk yang berikutnya → ulang lagi dari awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar