Translate

Jumat, 21 November 2025

Hukum Ruqyah

Penjelasan lengkap mengenai hukum ruqyah menurut dalil Al-Qur’an, hadits, dan pandangan ulama:
HUKUM RUQYAH DALAM ISLAM
1. Hukum Asal Ruqyah
Mubah (boleh), bahkan sunnah bila memenuhi syarat-syarat syar‘i.
Dalil Al-Qur’an
QS. Al-Isra’ 82
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
QS. Fussilat 44
“… Ia (Al-Qur’an) adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.”
Dalil Hadits
Hadits sahih riwayat Muslim:
Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak mengapa ruqyah selama tidak mengandung syirik.”
(لا بأس بالرقى ما لم تكن شركا)
Hadits riwayat Bukhari-Muslim tentang sahabat yang meruqyah kepala suku dengan Al-Fatihah, lalu Nabi ﷺ membenarkannya:
“Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu ruqyah?”
Ini menunjukkan ruqyah disyariatkan.
2. Syarat-Syarat Ruqyah yang Syari‘
Para ulama sepakat bahwa ruqyah boleh jika memenuhi 3 syarat utama:
(1) Menggunakan ayat-ayat Qur’an, dzikir, atau doa yang sahih
Tidak boleh menggunakan mantra kesyirikan, menyebut jin, atau “kodam”.
(2) Menggunakan bahasa Arab
Atau bahasa yang dapat dipahami maknanya dan tidak mengandung unsur syirik.
(3) Keyakinan bahwa yang menyembuhkan hanyalah Allah
Ruqyah hanyalah sebab, bukan sumber kekuatan ghaib.
Imam Nawawi, Ibn Hajar, Imam Al-Qurthubi, semuanya menegaskan tiga syarat ini.
3. Ruqyah Terbagi Menjadi Dua
A. Ruqyah Syar’iyyah (Boleh & Sunnah)
Dengan ayat Al-Qur’an, doa Nabi, atau dzikir yang jelas maknanya.
Contoh ruqyah syar‘i:
Al-Fatihah
Ayat Kursi
Al-Baqarah 102
Al-Baqarah 255
Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Doa: “Rabbanā ażhibi al-ba’sa wa asyfi anta asy-Syāfī.”
B. Ruqyah Syirkiyyah (Haram)
Jika mengandung:
Pemanggilan jin/khodam
Mantra tidak jelas makna
Rajah, jimat, wafaq tidak syar‘i
Menggunakan tumbal, kembang, dupa
Keyakinan bahwa “energi” atau benda yang menyembuhkan
Dalil pengharamannya:
Hadits: “Barang siapa memakai jimat maka ia telah berbuat syirik.”
4. Pandangan Ulama Empat Madzhab
Madzhab Hanafi
Ruqyah boleh dengan Qur’an atau doa yang maknanya baik; haram jika mengandung sihir.
Madzhab Maliki
Ruqyah masyru‘ (disyariatkan) selama dari Qur’an atau doa. Ruqyah yang tidak jelas makna makruh cenderung haram.
Madzhab Syafi’i
Imam Syafi’i menegaskan keberbolehan ruqyah dengan Al-Qur’an atau dzikir yang sahih. Termasuk membaca Al-Fatihah untuk yang sakit.
Madzhab Hanbali
Menguatkan bahwa ruqyah sunnah jika menggunakan ayat Qur’an.
5. Hukum Meruqyah Diri Sendiri
Sunnah.
Nabi ﷺ sendiri sering meruqyah diri beliau dengan Al-Mu‘awwidzat (3 Qul).
Hadits:
Aisyah berkata:
“Ketika Nabi sakit, beliau meruqyah dirinya dengan membaca Mu‘awwidzat.”
(HR. Bukhari)
6. Hukum Meminta Diruqyah
Ada dua kondisi:
(1) Boleh meminta ruqyah
Mayoritas ulama membolehkannya.
(2) Lebih utama tidak meminta
Karena ada hadits 70.000 orang masuk surga tanpa hisab:
Mereka tidak meminta ruqyah, tidak berobat dengan kay, dan hanya bergantung kepada Allah.
Artinya: tidak meminta ruqyah lebih utama, tetapi meminta ruqyah tetap halal.
7. Ruqyah Sebagai Terapi Gangguan Jin / Sihir
Boleh selama:
Tidak memanggil jin
Tidak memberi tumbal
Tidak memakai ritual bid‘ah atau musyrik
Murni menggunakan ayat Qur’an
Ulama seperti Ibn Taymiyyah menegaskan bolehnya meruqyah orang yang terkena sihir.
8. Rangkuman Hukum
Jenis Ruqyah
Hukum
Ruqyah syar’i (Qur’an & doa sahih)
Boleh & sunnah
Meruqyah diri sendiri
Sunnah
Meminta ruqyah
Boleh, tapi lebih utama tidak
Ruqyah dengan mantra tidak jelas
Makruh/haram
Ruqyah dengan jin, jimat, rajah, tumbal
Haram & syirik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar