Translate

Rabu, 21 Januari 2026

Makna al-‘Arrāf

 Makna al-‘Arrāf
Al-‘arrāf ialah orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib atau memberi kabar tentang hal-hal tersembunyi, baik masa depan, nasib, jodoh, rezeki, penyakit, atau sebab musibah, dengan cara non-syar‘i.
Termasuk di dalamnya:
Dukun / paranormal
Peramal nasib
Tukang ramal kartu, garis tangan, shio, zodiak
Pawang, orang pintar (jika mengklaim tahu ghaib)
Orang yang “menerawang” atau “melihat yang tidak kasat mata” tanpa dalil syar‘i
📜 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَتَى الْعَرَّافَ فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا
“Barang siapa mendatangi al-‘arrāf lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.”
(HR. Muslim)
Dan dalam hadits lain:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ
“Barang siapa mendatangi dukun atau peramal lalu membenarkan ucapannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud)
⚖️ Perbedaan Tingkatan Dosa
Datang & bertanya saja
→ Shalat tidak diterima 40 hari (dosa besar)
Datang, bertanya & membenarkan
→ Kufur (bisa kufur besar jika meyakini ilmu ghaib selain Allah)
❗ Bukan Termasuk al-‘Arrāf
❌ Dokter yang mendiagnosa penyakit
❌ Psikolog/terapis dengan metode ilmiah
❌ Ulama yang menasihati berdasarkan Al-Qur’an & Sunnah
❌ Ruqyah syar‘iyyah (doa kepada Allah, ayat Qur’an)
📌 Kesimpulan
“Man ata al-‘arrāf” =
Orang yang mendatangi dukun/peramal yang mengklaim tahu perkara ghaib.
Dalam Islam, perkara ghaib mutlak milik Allah:
“Tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar