Translate

Sabtu, 17 Januari 2026

Jargon Khawarij

DAHULU JARGON KHAWARIJ:
“KEMBALI KE AL-QUR’AN DAN HADITS”
HARI INI… JARGON ITU HIDUP LAGI

Sejarah Islam mencatat fakta penting:

Khawarij tidak menolak Al-Qur’an dan Hadits.
Justru mereka mengusung slogan itu.
‎> “لا حكم إلا لله”
“Tidak ada hukum kecuali milik Allah.”

Slogan ini benar secara lafaz,
tapi rusak dalam penerapan.

**MASALAHNYA BUKAN DI DALIL,
TAPI DI PEMAHAMAN**

Khawarij:
Mengutip ayat dan hadits
Tapi menolak penjelasan sahabat
Mengabaikan konteks
Mengkafirkan sesama Muslim

Mereka membaca Qur’an,
tapi Qur’an tidak melewati tenggorokan.
(HR. Bukhari & Muslim)

Fakta Wahabi sering berkata Al-Qur'an di imani saja tidak usah pakai akal, itulah yang di maksud tidak melewati tenggorokan.

POLA YANG TERULANG
Hari ini kita dengar lagi:

“Kembali ke Qur’an dan Sunnah”
“Tinggalkan pendapat ulama”
“Ikut dalil, bukan manusia”

Pertanyaannya: Siapa yang pertama memahami Qur’an & Sunnah? Sahabat Nabi ﷺ

Jika sahabat, tabi‘in, dan imam madzhab diabaikan, lalu siapa yang dijadikan rujukan? ," Akal dan tafsir pribadi.

IMAM-IMAM SALAF SUDAH MENGINGATKAN

Imam Ibn Sirin berkata:
“Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama.”

Salaf tidak pernah memisahkan dalil dari ulama.

Kembali ke Al-Qur’an dan Hadits = WAJIB
Kembali ke Al-Qur’an dan Hadits tanpa salaf = JALAN SESAT

Khawarij dahulu rusak bukan karena kurang dalil,
tapi karena sombong terhadap pemahaman salaf.

 Sejarah tidak berbohong.
Yang berulang, hanya pelakunya.
Copy paste Abu Uwais

Tidak ada komentar:

Posting Komentar