DAHULU JARGON KHAWARIJ:
“KEMBALI KE AL-QUR’AN DAN HADITS”
HARI INI… JARGON ITU HIDUP LAGI
Sejarah Islam mencatat fakta penting:
Khawarij tidak menolak Al-Qur’an dan Hadits.
Justru mereka mengusung slogan itu.
> “لا حكم إلا لله”
“Tidak ada hukum kecuali milik Allah.”
Slogan ini benar secara lafaz,
tapi rusak dalam penerapan.
**MASALAHNYA BUKAN DI DALIL,
TAPI DI PEMAHAMAN**
Khawarij:
Mengutip ayat dan hadits
Tapi menolak penjelasan sahabat
Mengabaikan konteks
Mengkafirkan sesama Muslim
Mereka membaca Qur’an,
tapi Qur’an tidak melewati tenggorokan.
(HR. Bukhari & Muslim)
Fakta Wahabi sering berkata Al-Qur'an di imani saja tidak usah pakai akal, itulah yang di maksud tidak melewati tenggorokan.
POLA YANG TERULANG
Hari ini kita dengar lagi:
“Kembali ke Qur’an dan Sunnah”
“Tinggalkan pendapat ulama”
“Ikut dalil, bukan manusia”
Pertanyaannya: Siapa yang pertama memahami Qur’an & Sunnah? Sahabat Nabi ﷺ
Jika sahabat, tabi‘in, dan imam madzhab diabaikan, lalu siapa yang dijadikan rujukan? ," Akal dan tafsir pribadi.
IMAM-IMAM SALAF SUDAH MENGINGATKAN
Imam Ibn Sirin berkata:
“Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama.”
Salaf tidak pernah memisahkan dalil dari ulama.
Kembali ke Al-Qur’an dan Hadits = WAJIB
Kembali ke Al-Qur’an dan Hadits tanpa salaf = JALAN SESAT
Khawarij dahulu rusak bukan karena kurang dalil,
tapi karena sombong terhadap pemahaman salaf.
Sejarah tidak berbohong.
Yang berulang, hanya pelakunya.
Copy paste Abu Uwais
Tidak ada komentar:
Posting Komentar