“Bid‘ah Hasanah vs Bid‘ah Tercela” secara ilmiah, rapi, dan sesuai manhaj Ahlus Sunnah.
1️⃣ Pengertian bid‘ah menurut syariat
Bid‘ah secara syar‘i adalah:
Perkara baru dalam agama yang tidak memiliki dalil dari Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, atau atsar sahabat.
📌 Dalil:
“Setiap bid‘ah itu sesat.”
(HR. Muslim)
Kata “kullu” (setiap) dalam hadits ini bersifat umum.
2️⃣ Lalu dari mana istilah “bid‘ah hasanah”?
Istilah bid‘ah hasanah sering dikaitkan dengan ucapan Umar bin Khattab رضي الله عنه tentang shalat tarawih berjamaah:
“Sebaik-baik bid‘ah adalah ini.”
(HR. Bukhari)
❗ Catatan penting:
Umar رضي الله عنه tidak membuat ibadah baru, karena:
Tarawih sudah pernah dilakukan Nabi ﷺ berjamaah
Nabi ﷺ meninggalkannya bukan karena haram, tapi karena khawatir diwajibkan
➡️ Maka “bid‘ah” di sini secara bahasa, bukan syariat.
3️⃣ Penjelasan ulama tentang “bid‘ah hasanah”
🔹 Imam Asy-Syafi‘i رحمه الله
“Bid‘ah ada dua: bid‘ah terpuji dan bid‘ah tercela.”
📌 Penjelasan ulama Syafi‘iyyah:
Terpuji = perkara baru yang ada asal dalilnya
Tercela = yang menyelisihi sunnah
➡️ Bukan ibadah baru tanpa dalil.
🔹 Imam An-Nawawi رحمه الله
Beliau membagi bid‘ah secara bahasa, bukan menetapkan ibadah baru.
📌 Contoh:
Menulis kitab hadits
Ilmu nahwu
Mushaf dalam satu buku
➡️ Ini semua bukan ibadah mahdhah, tapi sarana (wasilah).
4️⃣ Kesalahan besar yang sering terjadi
❌ Menganggap ibadah baru tanpa dalil sebagai “bid‘ah hasanah” ❌ Menjadikan tradisi atau ritual sebagai ibadah ❌ Menetapkan pahala dan keutamaan tanpa dalil
📌 Padahal kaidahnya:
Sarana boleh baru, ibadah tidak boleh baru
5️⃣ Kaidah emas Ahlus Sunnah
✔️ Bid‘ah syar‘i → sesat
✔️ Perkara baru duniawi / sarana → boleh
✔️ Perkara baru yang ada dalil umumnya → bukan bid‘ah
Rumus sederhana:
❓ Apakah ini ibadah mahdhah?
Ya → harus ada dalil
❓ Apakah ini sarana?
Ya → boleh selama tidak menyelisihi syariat
6️⃣ Ringkasan singkat
Jenis
Hukum
Ibadah baru tanpa dalil
❌ Bid‘ah sesat
Ibadah lama dengan cara Nabi
✅ Sunnah
Sarana baru untuk ibadah
✅ Boleh
Tradisi diniatkan ibadah
❌ Tertolak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar