Translate

Sabtu, 17 Januari 2026

Kaidah tarjih (penentuan pendapat mu‘tamad) dalam madzhab Syafi‘i

Kaidah tarjih (penentuan pendapat mu‘tamad) dalam madzhab Syafi‘i, disusun ringkas, sistematis, dan praktis:
🧭 Pengertian singkat
Tarjih adalah proses memilih pendapat yang paling kuat di antara beberapa pendapat dalam madzhab Syafi‘i, berdasarkan dalil, metode ushul, dan otoritas ulama.
1️⃣ Qaul jadid didahulukan dari qaul qadim
Jika Imam Syafi‘i punya dua pendapat:
Qaul qadim (Irak)
Qaul jadid (Mesir)
Maka qaul jadid lebih didahulukan
📌 Kecuali jika:
Ada dalil kuat yang menguatkan qaul qadim
Ulama muta’akhkhirin men-tarjih qaul qadim
2️⃣ Pendapat Imam Syafi‘i bisa ditinggalkan
Jika:
Haditsnya lemah
Bertentangan dengan hadits shahih
Maka:
“Apabila hadits shahih bertentangan dengan pendapatku,
maka ambillah hadits itu dan tinggalkan pendapatku.”
3️⃣ Tarjih ulama besar madzhab didahulukan
Urutan otoritas (ringkas):
Imam An-Nawawi
Imam Ar-Rafi‘i
Ibnu Hajar al-Haitami
Syamsuddin ar-Ramli
📌 Pendapat yang disepakati An-Nawawi & Ar-Rafi‘i = mu‘tamad
4️⃣ Jika An-Nawawi & Ar-Rafi‘i berbeda
Maka rujuk ke:
Ibnu Hajar → di Hijaz & Yaman
Ar-Ramli → di Mesir & Nusantara (banyak dipakai)
📌 Di Indonesia, umumnya Tuhfah (Ibnu Hajar) dan Nihayah (Ar-Ramli) sama-sama dipakai, tapi banyak pesantren mendahulukan Ibnu Hajar.
5️⃣ Bukan semua isi Al-Umm diamalkan
Al-Umm = ijtihad Imam Syafi‘i
Al-Majmū‘ & Minhāj = penentu mu‘tamad
📌 Untuk fatwa:
❌ Jangan langsung berfatwa dari Al-Umm
✅ Gunakan kitab mu‘tamad muta’akhkhirin
6️⃣ Pendapat yang diamalkan = yang paling masyhur & kuat
Jika terdapat banyak wajah (pendapat):
Dipilih yang:
Paling kuat dalilnya
Paling masyhur di kalangan ulama Syafi‘iyah
🧠 Rumus praktis santri
Qaul Syafi‘i → Nawawi → Rafi‘i → Ibnu Hajar / Ramli
🏁 Kesimpulan
Tarjih adalah inti madzhab
Madzhab Syafi‘i bukan taqlid buta, tapi sistem ilmiah
Pendapat mu‘tamad lahir dari proses panjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar