Translate

Selasa, 03 Maret 2026

Para Pengikut dajjal

70 ribu Yahudi Isfahan berkumpul karena sebagian tertipu oleh Dajjal yang mengklaim sebagai Al Masih dan lalu berkumpul dengan Dajjal adalah orang-orang jahat yang "tersaring" keluar dari Madinah

Rasulullah ﷺ bersabda

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ

"Dajjal diikuti Yahudi Ashbahan sebanyak tujuh puluh ribu, mereka mengenakan tayalisah (selendang/penutup kepala Persia) (HR Muslim 5237 atau Syarh Shahih Muslim 2944)

Ashbahan (أصبهان) adalah nama Arab klasik untuk kota Isfahan, yang berada di negara Persia (Iran sekarang)

Dalam literatur Islam klasik, disebut: Ashbahan / Asbahan dan dalam bahasa Persia modern disebut Isfahan

Jadi secara geografis, mereka adalah Yahudi yang tinggal di wilayah Persia (Iran sekarang)

Iman An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim pada pembahasan Kitab al-Fitan wa Asyrath as-Sa‘ah tentang Yahudi Isfahan

ليس في الحديث تعميمٌ لجميع اليهود، وإنما المراد طائفةٌ منهم في آخر الزمان.
وإنما يتبعونه لما يظهر على يديه من الخوارق العظيمة، فيغترُّ به من ضعف إيمانه أو قلَّ علمه.
وادعاؤه أنه المسيح قد يكون سببًا في اتباع من كان ينتظر المسيح، فيظنُّه هو الموعود، فيتبعه لجهله بحقيقته.

Hadits ini tidak menunjukkan seluruh Yahudi, tetapi kelompok tertentu di akhir zaman.
Mereka mengikutinya karena keajaiban besar yang tampak pada dirinya sehingga orang yang lemah iman atau kurang ilmu tertipu olehnya.
Klaimnya sebagai Al-Masih bisa menjadi sebab sebagian orang yang menantikan Al-Masih mengira bahwa dialah yang dijanjikan, lalu mereka mengikutinya karena ketidaktahuan terhadap hakikatnya.

70.000 Yahudi Isfahan yang menunggu Al Masih (Messias) berkumpul karena sebagian mereka tertipu oleh Dajjal yang mengklaim sebagai Al Masih (Messias)

Lalu diikuti orang-orang jahat yang "tersaring" keluar dari Madinah berkumpul dengan Dajjal

Rasulullah ﷺ bersabda

يَخْرُجُ فِي يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ

Dajjal keluar bersama orang-orang Yahudi Ashbahan hingga datang ke Madinah dan berhenti di salah satu sudut Madinah. Madinah ketika itu memiliki tujuh pintu, setiap celahnya ada dua malaikat yang berjaga.

فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا حَتَّى الشَّامِ مَدِينَةٍ

Maka keluarlah orang-orang jahat dari Madinah mendatangi Dajjal.” (Musnad Ahmad 23327)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

تُرْجَفُ الْمَدِينَةُ ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ مِنْهَا كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

“Madinah akan diguncang tiga kali guncangan, maka Allah akan mengeluarkan darinya setiap orang kafir dan munafik" (HR Muslim 5236 atau Syarh Shahih Muslim 294

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ

Setiap kali muncul satu tanduk (generasi/kelompok) dari mereka, akan dipotong.”

قَالَهَا أَكْثَرَ مِنْ عِشْرِينَ مَرَّةً

Beliau mengucapkannya lebih dari dua puluh kali, 

حَتَّى يَخْرُجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ

Hingga akan keluar Dajjal di antara mereka (HR Ibnu Majjah)

Contoh orang-orang jahat yang "tersaring" keluar dari Madinah berkumpul dengan Dajjal adalah orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim yakni mereka KERAS terhadap umat Islam bahkan menghalalkan darah dan membunuh umat Islam yang DITUDUH musyrik NAMUN mereka “MEMBIARKAN” bahkan BERSEKUTU yakni BEKERJASAMA dengan para PENYEMBAH BERHALA yang sudah jelas kemusyrikannya.

Dzul Khuwaishirah TOKOH penduduk NAJED.

Dari Abu Sa'id berkata; Orang-orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu. kata mereka, "Kenapa pemimpin-pemimpin NAJED yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibaginya?" maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menjawab, "Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu, untuk membujuk hati mereka.". Sementara itu, datanglah laki-laki berjanggut tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya digundul. Ia berkata, "Wahai Muhammad! Takutlah Anda kepada Allah!" Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa pulakah lagi yang akan menaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakai-Nya? Allah memberikan ketenangan bagiku atas semua penduduk bumi, maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku?"

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ 

“dari kelompok orang ini, akan muncul nanti orang-orang yang pandai membaca Al Qur’an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka”

يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ

MEREKA MEMBUNUH ORANG-ORANG ISLAM (yang dituduh musyrik) dan “MEMBIARKAN” para penyembah berhala (yang sesungguhnya)

يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ 

Mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya (HR Muslim 1762)

Dzul Khuwaishirah dari bani Tamim.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari BANI TAMIM, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. 

Lalu Rasulullah menyampaikan CIRI KHAS dari orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari bani Tamim adalah,

يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ

Mereka membaca Al-Qur'an namun tidak sampai melewati tenggorokan mereka. (HR Bukhari 3341 atau Fathul Bari 3610) 

"Tidak sampai melewati tenggorokan mereka" yakni tidak sampai ke hatinya MAKNANYA tidak mempengaruhi hati mereka sehingga mereka berakhlak buruk seperti gemar menyalahkan, menganggap sesat dan TAKFIRI yakni mengkafirkan atau MENUDUH musyrik NAMUN mereka KELIRU ketika BERHUJJAH dengan Al Qur’an maka "Al Qur'an menjadi bencana" bagi mereka karena tuduhan musyrik akan kembali kepada si penuduh sehingga mereka terjerumus MURTAD yakni keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ 

Mereka membaca Al-Qur'an dan mereka menyangka bahwa Al-Qur'an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al-Qur'an itu adalah (bencana) atas mereka.  

يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ 

Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. (HR Muslim  1773 atau Syarh Shahih Muslim 1066) 

Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 

إنَّ أخوفَ ما أخاف عليكم رجل قرأ القرآن، حتى إذا رُئيت بهجته عليه وكان ردءاً للإسلام، 

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca al-Qur’an, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’an dan dia menjadi pembela Islam"

انسلخ منه ونبذه وراء ظهره، وسعى على جاره بالسيف ورماه بالشرك، 

(namun) dia melepaskan dirinya (terlepas) dari al-Qur’an, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. 

قلت: يا نبيَّ الله! أيُّهما أولى بالشرك: الرامي أو المرمي؟ 

Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allah, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. 

قال: بل الرامي 

Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Al-Bukhari dalam At-Tarikh, Abu Ya’la, Ibnu Hibban dan Al-Bazzar)

PENYEMBAH BERHALA yang terkenal adalah kaum Yahudi atau yang sekarang dikenal sebagai kaum Zionis Yahudi atau disebut juga dengan freemason, iluminati, lucifier yakni kaum pengikut syaitan sehingga mereka dimurkai Allah. 

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (QS Al Baqarah [2]:101-102)

Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’

Mereka bukan sekedar membiarkan namun bahkan bersekutu yakni bekerjasama dengan para penyembah berhala sesungguhnhya,, kaum yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla. Mereka menjadikannya teman kepercayaan, penasehat, pemimpin dan pelindung.

Firman Allah Ta’ala yang artinya

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui“. (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (QS Ali Imran, 118)

“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (QS Ali Imran, 119)

Jadi kita harus terus mewaspadai kaum Yahudi atau yang sekarang dikenal sebagai kaum Zionis Yahudi atau disebut juga dengan freemason, iluminati, lucifier yakni kaum pengikut syaitan sehingga suatu zaman yang dikabarkan oleh Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Abdurrahman dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kiamat tidak terjadi hingga kaum muslimin memerangi Yahudi lalu kaum muslimin membunuh mereka hingga orang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, batu atau pohon berkata, ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini orang Yahudi dibelakangku, kemarilah, bunuhlah dia, ‘ kecuali pohon gharqad, ia adalah pohon Yahudi’.” (HR Muslim 5203 atau Syarh Shahih Muslim 2922)

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Tidak ada komentar:

Posting Komentar