📘 Perbedaan Detail Asy’ariyah vs Salaf tentang Sifat Khabariyah
1️⃣ Apa itu Sifat Khabariyah?
Sifat khabariyah adalah sifat Allah yang diketahui murni dari nash (Qur’an & Hadits), bukan dari akal.
Contoh:
Yad (tangan) → QS. Al-Fath: 10
Wajh (wajah) → QS. Ar-Rahman: 27
Istiwa’ (bersemayam) → QS. Thaha: 5
Nuzul (turun) → HR. Bukhari-Muslim
Datang (maji’) → QS. Al-Fajr: 22
Disebut khabariyah karena sumbernya khabar (wahyu).
2️⃣ Metode Salaf (Atsari)
Prinsip utama:
إثبات بلا تمثيل وتنزيه بلا تعطيل
“Menetapkan tanpa menyerupakan, mensucikan tanpa menolak.”
Ciri-ciri metode Salaf:
Menetapkan lafaz & makna globalnya
Tidak menanyakan “bagaimana” (bila kayf)
Tidak menakwil ke makna majazi
Tidak menyerupakan dengan makhluk
Contoh:
➤ Tentang Istiwa’
Imam Malik berkata:
الاستواء معلوم، والكيف مجهول، والإيمان به واجب، والسؤال عنه بدعة
Artinya:
Makna istiwa’ diketahui (secara bahasa: tinggi/di atas)
Kaifiyahnya tidak diketahui
Mengimaninya wajib
Menanyakan bagaimana adalah bid’ah
Salaf memahami makna zahir yang layak bagi Allah, tapi tidak membahas hakikatnya.
3️⃣ Metode Asy’ariyah
Asy’ariyah sangat menjaga prinsip:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” (QS. Asy-Syura: 11)
Karena khawatir terjadi tasybih (penyerupaan), mereka memakai dua pendekatan:
A️⃣ Tafwidh (Mayoritas Ulama Taqaddumin)
Menetapkan lafaznya
Tidak menetapkan makna zahirnya
Menyerahkan makna hakiki kepada Allah
Contoh: “Istiwa’ itu benar, tapi maknanya Allah yang tahu.”
Ini disebut tafwidh ma’na.
B️⃣ Ta’wil (Sebagian Muta’akhkhirin)
Menafsirkan lafaz ke makna yang layak secara majazi.
Contoh:
Yad → kekuasaan
Istiwa’ → menguasai
Nuzul → turunnya rahmat
Wajh → dzat Allah
Tujuan: Menghindari kesan Allah bertempat atau berjisim.
4️⃣ Titik Perbedaan Inti
Masalah
Salaf
Asy’ariyah
Makna zahir
Ditetapkan (sesuai kebesaran Allah)
Tidak selalu diterima
Ta’wil
Tidak dilakukan
Kadang dilakukan
Tafwidh
Tafwidh kaifiyah
Tafwidh makna (pada sebagian)
Kekhawatiran utama
Ta’thil (menolak sifat)
Tasybih (menyerupakan)
5️⃣ Contoh Praktis: Hadits Nuzul
Hadits: “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir.”
Salaf:
Allah benar-benar turun, dengan cara yang layak bagi-Nya, tanpa menyerupakan.
Asy’ariyah:
Tafwidh: maknanya diserahkan ke Allah.
Ta’wil: yang turun adalah rahmat-Nya atau perintah-Nya.
6️⃣ Siapa yang Lebih Dekat ke Sahabat?
Secara historis:
Metode tanpa ta’wil adalah metode sahabat dan tabi’in.
Namun Asy’ariyah berargumen bahwa mereka melakukan ta’wil karena kebutuhan zaman ketika syubhat filsafat dan tajsim berkembang.
7️⃣ Apakah Perbedaan Ini Mengeluarkan dari Ahlus Sunnah?
Mayoritas ulama mengatakan:
Selama tidak menolak nash
Tidak menafikan sifat secara total
Tetap mengakui kesempurnaan Allah
Maka masih dalam lingkup Ahlus Sunnah.
Ini khilaf dalam metode, bukan dalam tauhid rububiyah.
🎯 Ringkasan Padat
Salaf: 👉 Tetapkan makna, tanpa kaif, tanpa ta’wil.
Asy’ariyah: 👉 Jaga tanzih, kadang tafwidh, kadang ta’wil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar