Translate

Kamis, 05 Februari 2026

Menyambut Tamu Agung Bernama Ramadhan

KHOTBAH JUMAT
Menyambut Tamu Agung Bernama Ramadhan
Khotbah Pertama
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan itulah bekal terbaik hidup di dunia dan akhirat.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”
(QS. Ali ‘Imran: 102)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu agung, bulan yang penuh keberkahan, bulan Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti oleh orang-orang beriman, namun seringkali disia-siakan oleh mereka yang lalai.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya.”
(HR. Ahmad)
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan mendidik jiwa, membersihkan hati, dan menghidupkan iman.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan utama Ramadhan adalah takwa, bukan sekadar tradisi, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Namun jamaah sekalian,
Betapa banyak orang yang bertemu Ramadhan, tapi tidak berubah setelahnya. Lisan tetap kotor, sholat tetap lalai, maksiat tetap berjalan.
Rasulullah ﷺ memperingatkan:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
“Betapa banyak orang berpuasa, namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
(HR. Ibnu Majah)
Maka tugas kita menjelang Ramadhan adalah mempersiapkan diri, bukan hanya stok makanan, tetapi iman dan amal.

Menjelang Ramadhan, ada tiga bekal penting yang perlu kita siapkan:
1. Taubat yang sungguh-sungguh
Karena Ramadhan adalah bulan ampunan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan maksiat, maka Allah tidak butuh puasanya dari makan dan minum.”
(HR. Bukhari)
2. Niat memperbaiki sholat
Karena sholat adalah tolok ukur kualitas Ramadhan kita.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
3. Memperbanyak Al-Qur’an
Karena Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Para salaf dahulu menutup majelis-majelis biasa, dan fokus kepada Al-Qur’an ketika Ramadhan datang.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Jangan sampai Ramadhan datang, tetapi hati kita belum siap. Jangan sampai Ramadhan pergi, sementara dosa kita masih sama.
Quotes hikmah:
“Ramadhan bukan tentang siapa yang paling sibuk berbuka, tapi siapa yang paling sungguh memperbaiki dirinya.”
Doa Penutup
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَحِفْظِ اللِّسَانِ
“Ya Allah, sampaikan kami ke bulan Ramadhan, tolong kami untuk berpuasa dan sholat malam, menjaga pandangan dan lisan kami.”
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar