Inilah yang dimaksud ahlul bid'ah oleh ulama salaf......
SIAPAKAH AHLI BID'AH YANG SEBENARNYA...?
Dalam banyak literatur disebutkan celaan terhadap ahli bid’ah. Misalnya dari Syaikh Ibnu Qudamah.
كَانَ السَّلَفُ يَنْهَوْنَ عَنْ مُجَالَسَةِ أَهْلِ الْبِدَعِ وَالنَّظَرِ فِي كُتُبِهِمْ وَالِاسْتِمَاعِ لِكَلَامِهِمْ
“Ulama salaf melarang duduk bergaul dengan ahli bid’ah, melihat kitab-kitab mereka, atau mendengarkan perkataan mereka.”
( Ibnu Muflih al-Hanbali, al-Adabasy-Syar’iyyah, Juz I, halaman 232) .
Banyak sekali ucapan senada. Namun intinya, ahli bid’ah adalah orang-orang yang harus dijauhi. Lantas, siapa sebenarnya ahli bid’ah?
Pada poin ini banyak orang yang salah paham sehingga memasukkan orang yang berbeda pendapat dalam masalah fikih sebagai ahli bid’ah. Salah satunya dalam masalah qunut subuh. Sehingga siapa pun yang melakukan qunut subuh dianggap sebagai ahli bid’ah.
Begitu pula dalam masalah peringatan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam. Siapa pun yang menyelenggarakannya dianggap ahli bid’ah. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Pola pikir semacam ini akan melahirkan sikap eksklusif yang sering kali berujung dengan radikalisme agama. Padahal, pembahasan semacam ini termasuk pembahasan fikih dan bersifat ijtihadi, sehingga tak heran bila ada mujtahid yang berbeda pendapat. Justru dalam masalah qunut dan peringatan maulid di atas, banyak sekali imam yang menganjurkannya dengan dasar argumen masing-masing, sehingga tak layak disebut sebagai bid’ah.
Menurut para imam terdahulu, ahli bid’ah bukan orang yang berbeda pendapat dalam tataran fikih, tetapi orang yang tersesat dalam urusan akidah.
Imam Ibnu Abidin, misalnya, mengungkapkan:
أَهْلُ الْبِدْعَةِ: كُلُّ مَنْ قَالَ قَوْلًا خَالَفَ فِيهِ اعْتِقَادَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ
Artinya, “Ahli bid’ah adalah semua orang yang mengatakan perkataan yang di dalamnya menyelisihi akidah ahlus sunnah waljama’ah.”
( Radd al-Muhtar, Juz IV, halaman 70) .
Definisi senada dapat dilacak jauh ke belakang masa salaf. Salah satunya definisi dari Imam Malik:
أهل البدع الذين يتكلمون في أسماء الله وصفاته وكلامه وعلمه وقدرته، ولا يسكتون عما سكت عنه الصحابة والتابعون لهم بإحسان.
Artinya, “Ahli bid’ah ialah orang-orang yang berkata tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, kalam-Nya, ilmu-Nya, kekuasaan-Nya dan tak diam dari apa yang di diamkan para sahabat dan tabi’in.”
( AS-Suyuthi, Haqiqat as-Sunnah wa al-Bid’ah, 83) .
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ahli bid’ah sebenarnya mengacu kepada mereka yang akidahnya menyimpang seperti akidah qodariyah, Muktazilah, atau akidah Mujassimah / Menjisimkan Allah,dan ini adalah Akidah W4hh461 ( Mengatakan Allah punya Tangan tapi tak sama dengan Tangan manusia, dan punya kaki yang besar ,dll) dan bukan mengacu kepada orang yang melakukan sesuatu yang secara fikih dianggap tak pernah dilakukan pada masa Nabi shallallahu alaihi wasallam. Meskipun perbuatan baru semacam ini masuk dalam kategori bid’ah dalam arti haram menurut suatu pihak, namun bukan berarti pelakunya boleh disebut ahli bid’ah, apalagi bila perbuatan tersebut masih diperselisihkan di kalangan para ulama.
Jadi sangat jellas salah satu Ahlul bid'ah yang sesat adalah W4hh461 kerna berakidah TAJSIM.
Contoh
Ketika tuhannya kaum ""WAHABI duduk di kursi maka terdengar suara kursi kocak..
TUHAN WAHABI DUDUK..
Dalam kitab Ibnu Taimiah Majmu Fatawa Jilid 4 / 374 :
إن محمدًا رسول الله يجلسه ربه على العرش معه
“Sesungguhnya Muhammad Rasulullah, Tuhannya mendudukkannya diatas arasy bersamaNya”.
Dalam Kitab Ibnu Taimiyah berjudul Syarh Hadith Nuzul cetakan Darul Asimah :
إذا جلس تبارك و تعالى على الكرسي سُمِع له أطيط كأطيط الرَّحل الجديد
artinya: ” Apabila Tuhan duduk di atas kursi maka akan terdengarlah bunyi seperti kursi baru diduduki”.
Ibnu Taimiyah menyamakan dzat Allah dengan makhluk-Nya. Allah juga beraktifitas layaknya manusia, sebagaimana pernyataannya dalam kitab Majmû’ Fatâwâ jilid 5 hal. 527 sebagai berikut:
اذا جلس تبارك وتعالى على الكرسى سمع له اطيط كاءطيط الرحل الجديد
“Apabila Allah SWT duduk di atas kursi, maka akan terdengar bunyi mengiuk seperti bunyi pelana kursi unta yang baru diduduki (keriak-keriak- pen) Wallahu a'lam
Ni pelaku bid'ah nya 👇
Tidak ada komentar:
Posting Komentar