Translate

Rabu, 29 Oktober 2025

Perbedaan Istimbat dengan istidlal

🧠 1. Pengertian Istimbāṭ (اِسْتِنْبَاط)
📖 Secara bahasa:
“Istimbāṭ” berasal dari kata نَبَطَ yang berarti mengeluarkan air dari dalam tanah yang tersembunyi.
➡️ Maknanya secara istilah: mengeluarkan hukum yang tersembunyi dari dalil-dalilnya.
📚 Secara istilah ulama ushul fiqh:
اِسْتِنْبَاطُ الْأَحْكَامِ مِنَ الأَدِلَّةِ التَّفْصِيلِيَّةِ
“Mengeluarkan hukum-hukum syar‘i dari dalil-dalil yang terperinci (Al-Qur’an, Hadis, Ijma‘, Qiyas, dll).”
📌 Jadi istimbāṭ adalah proses menggali hukum dari dalil.
Contoh:
Ulama membaca ayat: "وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ"
→ lalu meng-istimbāṭ-kan bahwa salat itu wajib.
⚖️ 2. Pengertian Istidlāl (اِسْتِدْلَال)
📖 Secara bahasa:
Dari kata دَلِيل (dalil) yang berarti petunjuk → istidlāl artinya menggunakan dalil sebagai petunjuk.
📚 Secara istilah:
“Menggunakan dalil untuk menetapkan hukum atau keyakinan.”
(Lihat: Al-Mustashfā – al-Ghazali)
📌 Jadi istidlāl adalah perbuatan ber-dalil atau menunjukkan bukti terhadap suatu hukum.
Contoh:
Seseorang berkata:
“Salat itu wajib, karena Allah berfirman: وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ.”
→ Ini namanya istidlāl, yaitu menggunakan ayat sebagai dalil.
🔍 Perbedaan Utama:
Aspek
Istimbāṭ
Istidlāl
Arti
Menggali hukum tersembunyi dari dalil
Menggunakan dalil untuk menetapkan hukum
Fokus
Proses penalaran dan penggalian hukum
Proses pembuktian atau penetapan hukum
Pelaku utama
Mujtahid (ahli istinbāṭ)
Semua penuntut ilmu yang berdalil
Contoh
Ulama menggali hukum zakat profesi dari qiyas
Menyebut dalil “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka...” untuk membuktikan zakat wajib
🕌 Kesimpulan Ringkas:
🔹 Istimbāṭ = Menggali hukum dari sumbernya
🔹 Istidlāl = Menunjukkan hukum dengan dalilnya
Dengan kata lain:
➡️ Istimbāṭ melahirkan hukum.
➡️ Istidlāl menjelaskan atau membenarkan hukum itu dengan dalil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar