Translate

Kamis, 11 Juni 2026

ALLAH BERJISIM? ASWAJA TAK BERANI MENYESATKAN MUJASSIMAH?

🔰 ALLAH BERJISIM? ASWAJA TAK BERANI MENYESATKAN MUJASSIMAH?

Oleh: M. Rofiannnur Al Hamaamuh, SN, DH.

A. PEMBUKAAN.

Beranikah ahli Sunnah wal jamaah menyesatkan orang yang mengatakan Allah taala berjisim? Sebagaimana tantangan yang dibuat oleh bapak Izz Izz tersebut.

Jawabannya adalah sangat berani sekali bahkan merupakan perkara wajib bagi ahli Sunnah wal jamaah untuk menyatakan sesat terhadap siapapun yang meyakini Allah taala berjisim. Sebab, sudah jelas dan terang benderang dari dalil Al Qur'an, Sunnah, Ijma' dan qiyas atas kesesatan orang orang yang menjisimkan Allah taala.

Aqidah ahli Sunnah wal jamaah mulai dari salaf dan Khalaf adalah isbat dan tanzih bukan Tajsim (menjisimkan Allah) dan bukan pula tasybih (menyerupakan Allah taala).

B. DALIL AL QUR'AN.

Allah taala berfirman;

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ

Artinya: Tidak ada sesuatu yang menyerupai nya (Allah).

[Asy-syura: 11]

Allah taala berfirman;

وَلِلّٰهِ الْمَثَلُ الْاَعْلٰىۗ

Artinya: Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi (tak dapat diserupakan).

[Annahl: 60]

Allah taala berfirman;

فَلَا تَضْرِبُوْا لِلّٰهِ الْاَمْثَالَۗ

Artinya: Janganlah kamu membuat-buat berbagai perumpamaan terhadap Allah.

[Annahl: 74]

Allah taala berfirman;

هَلْ تَعْلَمُ لَهٗ سَمِيًّا

Artinya: Apakah engkau mengetahui sesuatu yang sama dengan-Nya?

[Maryam: 65]

Allah taala berfirman;

هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya: Dialah Yang Mahaawal, Mahaakhir, Mahazahir, dan Mahabatin. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

[Al Hadid: 3]

Allah taala berfirman;

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Artinya: serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

[Al Ikhlas: 4]

Semua dalil Al Qur'an ini merupakan Qath'iy Attsubut dan Qath'iy Addilalah bahwasanya Allah taala tak serupa dengan apa apa yang ia ciptakan mulai dari sifat, jenis, ragam dan sebagainya. 

C. DALIL HADITS.

Rasullullah bersabda;

كان الله ولم يكن شيء غيره

Artinya: Allah telah ada dan tidak ada sesuatu selainnya (tidak di bersamai dan tidak di dahului oleh apapun).

[Fathul Bari: 13/421]

Rasullullah bersabda;

اللهم أنت الأول فليسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وأنت الآخِرُ فليس بعدكَ شيءٌ , وأنْتَ البَاطِنُ فَلَيسَ دُونَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ

Artinya: Wahai Allah, engkau adalah Al Awwal maka tidak ada sesuatu sebelum mu, engkau adalah Al Akhir tidak ada sesuatu setelah mu, engkau adalah Al Bathin maka tidak ada sesuatu dibawah mu dan engkau adalah Addzohir maka tidak ada sesuatu diatasnmu.

[Riwayat Imam Muslim: 2713]

Rasullullah bersabda;

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد فأكثروا الدعاء

Artinya: Paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia sujud. Jadi, perbanyaklah berdoa.

[Riwayat Imam Muslim: 482]

Rasullullah bersabda;

ما ينبغي لعبد أن يقول: إني خير من يونس بن متى

Artinya: Tidak pantas seseorang berkata; Aku (Rasullullah) lebih baik ketimbang nabi Yunus bin Matta.

[Riwayat Imam Al Bukhari: 4604]

Semua dalil hadist ini merupakan dalil Qath'iy Attsubut dan Qath'iy Addilalah bahwasanya Allah taala suci dari sifat sifat benda, sifat sifat makhluk dan semua sifat yang Allah ciptakan pada makhluk makhluknya. Sifat Allah tak serupa dan tak sama dengan sifat sifat makhluknya.

D. IJMA' ULAMA ALLAH BUKANLAH JISIM.

Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari (W 324 H) mengatakan:

وقال أهل السنة وأصحاب الحديث : ليس بجسم ، ولا يشبه الأشياء

Artinya: Ahli Sunnah dan para ashabul Hadist berkata: Allah bukan jisim dan tidak menyerupai sesuatu apapun.

[Maqalat Al Islamiyyin: 260]

Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari (W 324 H) mengatakan:

الإجماع الأول
واعلموا أرشدكم الله أن مما أجمعوا - رحمة الله عليهم - على اعتقاده مما دعاهم النبي إليه، ونبههم بما ذكرناه على صحته أن العالم بما فيه من أجسامه وأعراضه محدث لم يكن ثم كان، وأن الجميعه محدثا واحدا اخترع أجناسه، وأحدث جواهره وأعراضه ، وخالف بين أجناسه.

الإجماع الثاني
وأجمعوا على أنه عز وجل غير مشبه لشيء من العالم، وقد نبه الله عز وجل على ذلك بقوله : ليس كمثله شيء.

Artinya: Ijma' yang pertama. Dan ketahuilah semoga Allah membimbing mu. Bahwasanya antara perkara yang mereka (para ulama) telah bersepakat semoga rahmat Allah tercurahkan atas mereka yakni untuk meyakininya, yang mana Nabi telah menyeru mereka kepadanya, dan telah mengingatkan mereka dengan apa yang telah kami sebutkan tentang kebenarannya, yaitu sesungguhnya alam semesta dengan segala bentuknya (jisimnya) dan sifatnya (materinya) adalah baharu, ia tidak ada kemudian ia wujud (ada) . Dan sesungguhnya semua itu diciptakan oleh satu Pencipta yang tunggal, yang menciptakan jenis-jenisnya, dan mengadakan zat-zat serta sifat-sifatnya, dan membedakan antara jenis-jenisnya.

Ijma' yang kedua. Mereka bersepakat bahwasanya Allah Azza wa Jalla tidak menyerupai apapun dari alam ini (jisim, Jauhar, jenis, rupa dan sebagainya). Sungguh Allah telah memperingatkan akan hal tersebut dengan firman-nya; Tidak ada sesuatu yang menyerupai nya.

[Risalah Ila Ahlit-Tsaghri: 118-119]

Al Imam Abi Bakar Muhammad Al Kalabadzi (W 380 H) mengatakan:

وأنها ليست بأجسام ، ولا أعراض، ولا جواهر، كما أن ذاته ليس بجسم، ولا عرض، ولا جوهر .

Artinya: Dan (mereka para sadah sufiyah bersepakat) bahwasanya Allah bukan jisim, bukan materi dan bukan pula partikel. Sebagaimana dzatnya bukanlah jisim, A'radh dan Jauhar.

[Attarruf Li Madzhab Ahli Tasawwuf: 35]

Al Imam Ibnu Batthal (W449 H) mengatakan:

قال ابن بطال : أجمعت الأمة على أن الله تعالى لا يجوز أن يوصف بأنه شخص لأن التوقيف لم يرد به، وقد منعت منه المجسمة مع قولهم بأنه جسم لا كالأجسام كذا قال.

Artinya: Ummat (ulama ahli Sunnah Wal Jamaah) telah sepakat bahwasanya Allah taala tidak boleh sifati seperti manusia. Karena, tauqif (dalil yang warid) tidak pernah mendatangkan sifat seperti ini. Tapi, kelompok Mujassimah mengingkari hal itu disertai ucapan mereka bahwasanya Allah adalah jisim tapi tidak seperti jisim lainnya. Begitulah ucapannya (Ibnu Batthal).

[Fathul Bari Libni Hajar: 13/491]

Al Imam Al Qadhi Ismail Assyaibani (W 629 H) mengatakan:

قال أهل الحق الباري الله لا يشبهه شيء ممن خلقه لأن جميع العالم جواهر وأجسام وأعراض والله تعالى منزه عن جميع ذلك. وخالف أهل الحق في ذلك طوائف كثيرة من المشبهة والكرامية وغلاة الروافض، واليهود ويقولون : هو جسم والنصارى يقولون : هو جوهر تعالى الله عن ذلك علوا كبيرا.

Artinya: Ahli Haq mengatakan; Allah tidak menyerupai apapun dari makhluknya. Karena, sesungguhnya semua alam ini adalah partikel, jisim dan materi. Allah suci dari semua itu. Dan banyak kelompok yang menyelisihi ahli Haq dalam hal tersebut seperti kelompok; Musyabbihah, Karramiyyah dan Extremis Syiah Rafidah. Kelompok Yahudi mengatakan: Allah adalah jisim. Nasrani mengatakan; Allah adalah partikel. Maha suci Allah dari hal tersebut.

[Syarah Al Aqidah Attahawiyyah Lissyaibani; 11]

Dan untuk lengkapnya silahkan baca postingan kami lewat link dibawah ini;

https://www.instagram.com/p/DL6Ay3gzZlM/?igsh=MTc4MmM1YmI2Ng==

Disana sudah kami tuliskan banyak sekali ijma' para ulama yang menyatakan akan kesucian Allah taala dari jisim. Sehingga, tidak ada celah bagi mujassimah untuk mengaku-ngaku sebagai ahli Sunnah wal jamaah yang bermazhab salaf.

Al Imam Tajuddin Assubki (W 771 H) mengatakan:

ومذهب السلف إنما هو التوحيد والتنزيه دون التجسيم والتشبيه، ولذلك جميع المبتدعة يزعمون أنهم على مذهب السلف، فهم كما قال القائل: وكل يدعون وصال ليلى وليلى لا تقر لهم بذاكا.

Artinya: Madzhab salaf adalah tauhid dan tanzih (menyucikan Allah) bukan Tajsim (menjisimkan Allah) dan bukan pula tasybih (menyerupakan Allah). Oleh karena itu semua ahli bidah mereka mengaku-ngaku bahwasanya mereka diatas madzhab salaf. Mereka itu (para pendaku madzhab salaf) seperti yang dikatakan; semua mengaku-ngaku memiliki hubungan dengan Laila - padahal Laila tidak pernah mengakui mereka.

[Tabaqat Assyafi'iyyah Al Kubra: 4/363]

E. QIYAS.

Mengatakan Allah berjisim adalah kerusakan aqidah yang bisa ditinjau dari segi Qiyas. Sebab, Allah taala yang ghaib tidak bisa diqiyas dengan sesuatu yang syahid. Seperti mengqiyaskan Allah taala dengan benda dan sifat-sifat benda tersebut. Maka, ini merupakan qiyas yang fasid (rusak). Sehingga, mengatakan Allah berjisim maka berkonsekuensi jatuh kepada penyerupaan terhadap makhluk. Dan ini merupakan tindakan ahli bidah dan ahli kesesatan.

Al Imam Al Khatib Al Baghdadi (W 462 H) menjelaskan:

ذكر القياسِ المَحْمُودِ والقِيَاسِ المَذْمُومِ
القياس على ضربين : ضرب مِنْهُ في التوحيد ، وضرب في أحكام الشَّرِيعَةِ : فالقياس في التوحيد على ضربين : ضرب هو القياس الصحيح وهو : ما استدل به على مَعْرِفَةِ الصانع تعالى وتوحيده ، والإيمان بالغيب ، والكتب ، وتصديق الرسل ، فهذا قياس مَحْمُودٌ فَاعِلُهُ ، مَذْمُومٌ بَارِكَهُ. والضرب الثاني من القياس في التوحيد : هو القياس المذموم الذي يُؤَدِّي إلى البدع والإِلْحَادِ ، نحو تشبيه الخالق بالخلق ، وتشبيه صفاته بصفات المخلوقين ، ودفع قايسه ما أثبت الله تعالى لِنَفْسِهِ ووصفته / به رُسُلُه مما ينفيه القياس بفعله.

Artinya: Menjelaskan qiyas yang terpuji dan qiyas yang tercela.

Qiyas terbagi dua, yaitu; qiyas dalam tauhid dan qiyas dalam hukum hukum syari'at.

Qiyas dalam tauhid terbagi dua; (1) Qiyas yang sahih ialah qiyas yang dengannya dijadikan dalil untuk mengenal sang pencipta dan mengesakannya, mengimani perkara ghaib, mengimani kitab kitab dan membenarkan para rasul. Ini merupakan qiyas yang terpuji bagi yang mengerjakannya dan tercela bagi yang meninggalkannya.

(2) Bagian yang kedua dari qiyas dalam tauhid adalah qiyas yang tercela yang mana ia menjadikan seseorang terjatuh pada perkara bidah dan kesesatan. Seperti, menyerupakan sang pencipta dengan makhluk, menyerupakan sifat-sifatnya dengan sifat-sifat makhluk dan menolak apa apa yang telah Allah taala tetapkan pada dirinya dan apa apa yang Rasulullah telah nafikan qiyas ini dengan prakteknya.

[Al Faqih Wa Al Mutafaqqih: 1/209]

Al Imam Ibnu Jama'ah (W 728 H) mengatakan:

وندفع هذه الشبهة بأمور :

أولاً : إن هذا قياس الغائب على الشاهد، وقياس الغائب على الشاهد فاسد ، ذلك أن الله تعالى ليس يشبه خلقه، حتى يكون حكمه كحكمهم في وجوب أن يكون في جهة من الجهات الست ما دام موجوداً، فكيف يقاس المجرد عن المادة بما هو مادي ؟ ثم كيف يستوي الخالق وخلقه في جريان أحكام الخلق ؟ ! إن المادي هو الذي يجب أن يتصف بشيء من هذه المتقابلات، وأن تكون له جهة من الجهات ، أما غير المادي فترتفع عنه هذه الصفات كلها ، ولا يمكن أن يكون له جهة من الجهات جميعها، ونظير ذلك لا بد أن يكون له أحد الوصفين فإما جاهل وإما عالم، أما الحجر فلا يتصف بواحد منهما البتة ، فلا يقال إنه جاهل ولا عالم، بل العلم والجهل مرتفعان عنه، بل هما ممتنعان عليه ولا محالة ؛ لأن طبيعته تأبى قابليته لكليهما.

Artinya: Kami akan menolak syubhat ini dengan beberapa perkara:

yang pertama adalah sesungguhnya ini merupakan mengqiyaskan perkara ghaib (tak terlihat) pada perkara yang syahid (yang terlihat) sedangkan mengqiyaskan perkara ghaib atas perkara yang syahid merupakan kerusakan/kekeliruan. Hal itu dikarenakan bahwasanya Allah taala tidak menyerupai makhluknya, sampai sampai mengharuskan hukum keberadaan Allah seperti hukum mereka (makhluk) yang wajib keberadaan nya ada pada arah yang enam selama mau disebut ada. Bagaimana mungkin dapat mengqiyaskan sang pencipta dengan ia yang madi (sesuai yang wajib bersifat dengan sesuatu) kemudian bagaimana mungkin juga menyamakan sang pencipta dengan makhluknya dalam memberlakukan hukum hukum makhluk.

[Iidah Addalil: 90]

Jadi, orang orang yang berani menjisimkan Allah taala merupakan aqidah yang batil dan merupakan pola pikir yang rusak serta cacat total. Sebab, jisim adalah sifat makhluk Allah bukan sifat Allah taala. Allah ada dan tidak ada sesuatu yang membersamainya dan tidak ada yang mendahului Allah taala. Sehingga, Allah suci dari segala apa apa yang ia ciptakan.

Penyakit Wahhabisme dalam pembahasan aqidah dan tauhid hanya satu yaitu mereka terlanjur terkenal virus Tajsim alias memahami sifat dan dzat Allah taala sebagian sifat benda. Sehingga, sifat ketinggian Allah harus difahami dengan ketinggian tempat dan jarak, sifat yad Allah difahami tangan anggota tubuh, sifat wajah difahami wajah anggota tubuh dan sebagainya. Na'udzubillah. Maha suci Allah taala dari sifat sifat jisim yang dilontarkan kelompok Wahhabisme Mujassimah.

Syaikh Muhammad Tabban Al Maliki mengatakan:

جمهور الامة الاسلامية على تنزيه الله تعالى عن مشابهة الحوادث

اتفق العقلاء من أهل السنة الشافعية والحنفية والمالكية وفضلاء الحنابلة وغيرهم على أن الله تبارك وتعالى منزه عن الجهة والجسمية والحد والمكان ومشابهة مخلوقاته .

Artinya: Mayoritas umat Islam menyucikan Allah taala dari menyerupai hal hal yang baharu.

Orang orang yang memiliki akal sehat dari kalangan ahli Sunnah wal jamaah Syafi'iyah, Hanafiyah, Malikiyyah dan orang orang utama Hanbali dan selain mereka telah bersepakat sesungguhnya Allah yang maha barokah dan maha tinggi itu suci dari arah, sifat sifat jisim, batasan, tempat dan suci dari menyerupai makhluk-makhluk nya.

[Bara'ah Al Asy'ariyyiin: 1/79]

F. BERANIKAH AHLI SUNNAH WAL JAMAAH MENYESATKAN ORANG YANG MENGATAKAN ALLAH BERJISIM?

Jawabannya sangat berani. Namun, ahli Sunnah wal jamaah masih meninjau segi Tajsim yang ia lakukan. Sebab, Mujassimah itu terbagi menjadi dua kelompok.

Al Imam Abdurrahman Al Banani (W 1198 H) mengatakan:

قوله: (كالمجسم) اعلم أن المجسم فريقان : فريق يعتقد أن الله تعالى جسم كسائر الأجسام وهذا لا خلاف في كفره، وفريق يعتقد أنه تعالى جسم لكن لا كسائر الأجسام بل جسم يليق به وهذا مختلف في كفره، والمجسم في كلام الشارح من القبيل الثاني.

Artinya: Ucapannya mushannif (Seperti Mujassimah) Ketahuilah bahwasanya orang yang menjisimkan Allah terbagi dua kelompok; (1) meyakini Allah taala adalah jisim seperti jisim lainnya. Maka, ini tiada khilaf mengenai kekafirannya. Dan kelompok lainnya meyakini Allah taala adalah jisim tapi tidak seperti jisim lainnya. Tapi, jisim yang layak padanya. Dan kelompok ini masih diperselisihkan mengenai kekafirannya. Dan mujassim dalam ucapannya mushannif adalah kelompok yang kedua ini.

[Hasyiah Al Banani: 2/148]

Syaikh Ahmad Asshawi (W 1241 H) berkata:

وأما لو قال جسم لا كالأجسام فهو فاسق. وفي كفره قولاً رجح عدم كفره.

Artinya: Adapun seandainya seseorang berkata; Allah adalah jisim tapi tidak seperti jisim lainnya. Maka, ia orang fasiq. Mengenai kekafirannya menurut pendapat yang rajih adalah tidak mengkafirkan nya.

[Bulghatus Saalik Li Aqrabil Masaalik: 4/224]

Al Imam Abdul Ghayaani Annabalisi (W 1143 H) berkata:

وأما هؤلاء المجسمة إن اعتقدوا أن الله تعالى جسم لا كالأجسام، فهم مبتدعة ضالة وليسوا بكافرين لأن في قولهم : لا كالأجسام تنزيها الله تعالى وعدم تشبه ولا تعطيل. وقد ابتدعوا في إطلاق الجسمية عليه تعالى حيث لم يصف الله تعالى بها نفسه ولا وصفه بها رسوله ، وليس لها معنى صحيح تحمل عليه لأن كل جسم مركب، وكل مركب حادث، والله تعالى قديم أزلي، بإجماع العقلاء.

Artinya: Adapun mereka itu Mujassimah. Sesungguhnya Aqidah mereka adalah bahwasanya Allah taala merupakan jisim tapi tidak seperti jisim lainnya. Maka, mereka adalah Mubtadi' yang sesat. Dan mereka tidaklah kafir karena dalam ucapannya mereka; tidak seperti jisim lainnya dengan menyucikan Allah taala dan meniadakan penyerupaan dan pengingkaran. Dan sungguh mereka telah berbuat bidah dalam menyematkan sifat jisim terhadap Allah taala. Allah taala tak menyifati jisim pada dirinya dan rasulnya juga tidak pernah menyifati ini padanya. Dan jisim tidak memiliki makna yang sahih tatkala disandarkan pada Allah. Karena jisim itu adalah sesuatu yang tersusun, setiap yang tersusun itu baharu dan Allah taala qadim azaliy dengan kesepakatan orang yang memiliki akal sehat.

[Al Fathurrabbani Wa Al Faidhur Rahmaanii: 71]

Al Imam Addusuqi Al Maliki (W 1230 H) berkata:

واعلم أن من اعتقد أن الله جسم كالأجسام فهو كافر ومن المعتقد أنه جسم لا كالأجسام فهو عاص غير كافر والاعتقاد الحق اعتقاد أن الله ليس بجسم ولا صفة ولا يعلم ذاته إلا هو.

Artinya: Ketahuilah bahwasanya barang siapa yang meyakini bahwasanya Allah adalah jisim seperti jisim lainnya maka ia telah kafir. Dan barang siapa yang meyakini Allah adalah jisim tapi tidak seperti jisim lainnya. Maka, ia adalah pelaku maksiat tapi tidak kafir. Dan aqidah yang benar adalah Allah taala dan sifatnya bukan jisim. Dan tidak dzatnya Allah tidak diketahui terkecuali oleh Allah taala sendiri.

[Hasyiah Addusuqi: 109]

Al Imam Ibnu Waziir Al Yamani (W 840 H) mengatakan:

وفي شرح جمع الجوامع ) : ونقل صاحب الخصال من الحنابلة عن أحمد ، أَنَّهُ قال : من قال : جسم لا كالأجسام كَفَرَ

Artinya: Dalam Syarah Jam'i Al Jawami': Sahibul Khisal dari kalangan Hanabilah mengutipkan dari Imam Ahmad, sesungguhnya beliau berkata: Barang siapa yang berkata: Allah adalah jisim tapi tidak seperti jisim lainnya maka ia telah kafir.

[Al 'Awashim Wa Al Qawashim: 1/321]

Al Imam Assya'rani (W 973 H) berkata:

نص عليه الإمام أحمد رضي الله عنه ولذلك نكفر من قال : إنه تعالى جسم لا كالأجسام عند جمهور الحنابلة لا تبلغه الأوهام ولا تدركه الأفهام ولا تشبهه الأنام ولا تضرب له الأمثال ولا يعرف ذي الجلال والإكرام .

Artinya: Sudah terdapat Nash Imam Ahmad oleh karenanya kami mengkafirkan orang yang berkata: Sesungguhnya Allah taala merupakan jisim tapi tidak seperti jisim lainnya menurut mayoritas hanabilah. Allah tak dapat dicapai oleh nalar, tidak dijangkau oleh logika, tidak menyerupai manusia, tak dapat dijadikan perumpamaan dan Allah tidak diketahui terkecuali oleh Dzil Jalal wa Ikram.

[Miizanul Al Aqaidis Sya'raniyyah: 134]

Dalam Ensiklopedi Islam dijelaskan;

ه - الفسق حرام ومنهي عنه بإجماع المسلمين، لأنه خروج عن أحكام الله ، ومخالفة لأوامره ونواهيه، ويعاقب صاحبه بالحد أو التعزير .

Artinya: 5 - melakukan kefasiqan itu adalah haram dan dilarang berdasarkan Ijma' ulama Islam. Karena kefasiqan itu keluar dari hukum hukum Allah, menyelisihi apa apa yang wajib ditaati dan yang dilarang dan pelakunya dapat dihukum atau di ta'zir.

[Maushuah Al Fiqhiyah Al Quwaitiyah: 32/141]

Jadi, orang yang mengatakan Allah itu berjisim tapi tidak seperti jisim lainnya. Maka, ia tidak dikafirkan tapi dikategorikan sebagai ahli bidah yang sesat, pelaku maksiat, orang yang fasiq dan harus dihukum atau di ta'zir. Karena, telah menyelisihi nash Al Qur'an, Hadist, Ijma' ulama dan qiyas. Terkecuali mengikuti pendapat ulama madzhab Hanbali yang mengkafirkan orang orang seperti ini.

Empat pilar asas agama Islam sudah kami jelaskan panjang lebar meskipun tidak semuanya kami keluarkan. Namun, ini sebagai bukti bahwa aqidah ahli Sunnah wal jamaah Asyairah telah tegak diatas manhaj yang lurus. Sekarang terserah anda bagaimana sikap anda menemukan orang orang atau kelompok seperti ini. Semoga Allah jauhkan kita semua dari faham salafi Wahabi mujassim.

Selesai

© ID Cyber aswaja.

NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.
.
.
.
.
.
#aswaja #sunni #wahhabi #salafi #sesat #manhajsalaf #ahlisunnah #kajiansunnah #dakwahislam #ngertiagama #mujassimah #wahhabiyyah #literasi #fyp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar