Translate

Kamis, 02 April 2026

Contoh pinjaman bank syariah yang benar-benar sesuai syariat dan yang perlu diwaspadai (karena kadang mirip riba terselubung) agar kita lebih aman dalam bermuamalah

Contoh pinjaman bank syariah yang benar-benar sesuai syariat dan yang perlu diwaspadai (karena kadang mirip riba terselubung) agar kita lebih aman dalam bermuamalah. Ini penting karena tidak semua produk berlabel syariah otomatis bebas masalah.
1️⃣ Pinjaman bank syariah yang benar-benar sesuai syariat ✅
Selama akadnya benar, hukumnya boleh.
A. Akad Murabahah (jual beli)
Contoh: Bank membeli barang → lalu menjual kepada nasabah dengan keuntungan disepakati di awal.
Misalnya:
Bank beli motor Rp20 juta
Dijual ke nasabah Rp24 juta
Dicicil 2 tahun
Ini boleh karena: ✔ harga disepakati di awal
✔ bukan bunga
✔ termasuk jual beli
Dalil:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ
“Allah menghalalkan jual beli.”
(QS Al-Baqarah: 275)
B. Akad Musyarakah (kerjasama modal usaha)
Contoh:
Bank modal 60%
Nasabah modal 40%
Untung dibagi sesuai kesepakatan
Ini termasuk akad syariah yang kuat secara fiqh.
C. Akad Mudharabah (modal dari bank, usaha dari nasabah)
Contoh: Bank memberi modal usaha, keuntungan dibagi sesuai kesepakatan.
Jika rugi: ditanggung pemodal (bank) kecuali karena kelalaian nasabah.
Ini akad yang dipakai sejak zaman Rasulullah ﷺ.
D. Qardh Hasan (pinjaman kebajikan)
Contoh: Pinjam Rp5 juta → kembalikan Rp5 juta
Tanpa tambahan.
Ini yang paling ideal dalam Islam.
2️⃣ Pinjaman syariah yang perlu diwaspadai ⚠️
Walaupun berlabel syariah, kadang praktiknya kurang tepat.
Contohnya:
A. Bank tidak benar-benar membeli barang
Seharusnya: Bank beli dulu barang → baru jual ke nasabah
Yang sering terjadi: Nasabah disuruh beli sendiri
Ini bisa bermasalah secara fiqh.
B. Denda keterlambatan jadi keuntungan bank
Dalam syariah: Denda boleh hanya sebagai sanksi disiplin, bukan keuntungan bank.
Jika jadi keuntungan bank → bermasalah.
C. Akad hanya formalitas (sekadar ganti istilah bunga)
Contoh:
bunga → diganti istilah margin
kredit → diganti pembiayaan
Tetapi praktiknya sama
Ini yang perlu diteliti.
3️⃣ Cara membedakan pinjaman syariah asli vs yang meragukan 🔍
Ciri syariah yang benar:
✔ ada akad jelas
✔ harga disepakati di awal
✔ tidak berubah selama cicilan
✔ tidak berbasis bunga waktu
✔ ada barang atau usaha nyata
✔ diawasi DPS (Dewan Pengawas Syariah)
Jika semua terpenuhi:
➡️ insyaAllah aman
4️⃣ Fatwa ulama Indonesia (MUI)
DSN-MUI membolehkan:
✔ murabahah
✔ ijarah
✔ musyarakah
✔ mudharabah
✔ qardh hasan
Selama sesuai ketentuan syariah.
5️⃣ Sikap terbaik menurut para ulama wara’ (hati-hati)
Sebagian ulama salaf memilih:
✔ menghindari hutang berbunga
✔ menghindari hutang tanpa kebutuhan mendesak
✔ memilih pinjaman tanpa margin jika ada
Karena Rasulullah ﷺ sering berdoa:
اللهم إني أعوذ بك من غلبة الدين
“Ya Allah aku berlindung dari lilitan hutang.”
(HR Bukhari)

Dalam Juz 30 (Juz ‘Amma) terdapat beberapa ayat yang memberi isyarat kuat bahwa pertolongan Allah datang saat hamba berada dalam kesulitan, tekanan, atau kondisi terdesak.

Dalam Juz 30 (Juz ‘Amma) terdapat beberapa ayat yang memberi isyarat kuat bahwa pertolongan Allah datang saat hamba berada dalam kesulitan, tekanan, atau kondisi terdesak. Walaupun ayat-ayat di juz ini banyak bertema tauhid, akhirat, dan penguatan iman, tetap ada pesan tentang janji kemudahan setelah kesempitan dan pertolongan setelah ujian.
Berikut dalil-dalilnya beserta hikmahnya:
1️⃣ QS Al-Insyirah (94): 5–6
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Hikmah
✨ Pertolongan Allah menyertai kesulitan, bukan setelahnya saja
✨ Ayat diulang dua kali → penegasan kuat dari Allah
✨ Ulama berkata: satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan
Ini adalah ayat paling jelas dalam Juz 30 tentang pertolongan saat terdesak.
2️⃣ QS Ad-Dhuha (93): 3–5
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَى
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Artinya: “Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak membencimu… dan kelak Tuhanmu pasti memberikan kepadamu sehingga engkau ridha.”
Hikmah
✨ Turun saat Nabi mengalami masa sulit (fatrah wahyu)
✨ Menegaskan Allah tidak meninggalkan hamba-Nya
✨ Pertolongan bisa datang dalam bentuk ketenangan hati dan kemenangan dakwah
3️⃣ QS Ad-Dhuha (93): 6–8
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى
وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى
Artinya: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai yatim lalu Dia melindungi… Dia mendapatimu kekurangan lalu Dia memberi kecukupan.”
Hikmah
✨ Allah mengingatkan pertolongan masa lalu
✨ Ini bukti: yang dulu ditolong akan ditolong lagi
✨ Cara Allah menenangkan hati saat terdesak
4️⃣ QS Al-Lail (92): 5–7
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَى
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى
Artinya: “Adapun orang yang memberi dan bertakwa serta membenarkan pahala terbaik, maka Kami akan memudahkan baginya jalan menuju kemudahan.”
Hikmah
✨ Taqwa membuka pintu pertolongan
✨ Sedekah mempercepat datangnya kemudahan
✨ Allah sendiri yang menjamin kemudahan
5️⃣ QS Al-Balad (90): 4–7
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ
Artinya: “Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesusahan.”
Hikmah
✨ Hidup memang penuh ujian
✨ Kesusahan bukan tanda Allah meninggalkan hamba
✨ Justru tempat turunnya pertolongan Allah
6️⃣ QS At-Tin (95): 4–6
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
Artinya: “Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih…”
Hikmah
✨ Iman dan amal shalih menjadi sebab pertolongan Allah
✨ Orang beriman tidak dibiarkan jatuh selamanya
7️⃣ QS Al-‘Alaq (96): 6–8
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَى
Artinya: “Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu tempat kembali.”
Hikmah
✨ Saat semua jalan tertutup, jalan ke Allah selalu terbuka
✨ Pertolongan sejati berasal dari Allah
🌿 Kesimpulan pesan Juz 30 tentang pertolongan saat terdesak
Dari ayat-ayat Juz ‘Amma dapat dirangkum pola pertolongan Allah:
1️⃣ Kesulitan pasti disertai kemudahan (Al-Insyirah)
2️⃣ Allah tidak meninggalkan hamba-Nya (Ad-Dhuha)
3️⃣ Pertolongan Allah sudah sering terjadi sebelumnya (Ad-Dhuha)
4️⃣ Taqwa membuka jalan keluar (Al-Lail)
5️⃣ Ujian adalah bagian dari kehidupan (Al-Balad)
6️⃣ Iman menjaga dari kehancuran (At-Tin)
7️⃣ Kembali kepada Allah adalah solusi utama (Al-‘Alaq)

Kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Yunus ‘alaihimussalam adalah contoh sangat kuat bagaimana pertolongan Allah datang saat kondisi benar-benar terdesak.

Kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Yunus ‘alaihimussalam adalah contoh sangat kuat bagaimana pertolongan Allah datang saat kondisi benar-benar terdesak. Dari kisah mereka, ada hikmah besar tentang tawakkal, sabar, dan doa yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut penjelasan ringkas namun mendalam:
1️⃣ Nabi Ibrahim ‘alaihis salam – Ditolong saat dilempar ke api
Kejadian
Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api besar oleh Raja Namrud karena menghancurkan berhala.
Dalam kondisi itu beliau hanya berkata:
حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik pelindung.”
(HR. Bukhari)
Lalu Allah berfirman:
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
“Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
(QS Al-Anbiya: 69)
Hikmah
✨ Pertolongan Allah datang ketika tawakkal sudah sempurna
✨ Jangan berharap pada makhluk saat ujian besar
✨ Kalimat Hasbiyallahu wa ni’mal wakil adalah dzikir pertolongan
2️⃣ Nabi Musa ‘alaihis salam – Ditolong saat terjepit di depan laut
Kejadian
Nabi Musa dan Bani Israil dikejar Fir’aun. Di depan laut, di belakang pasukan musuh.
Kaumnya berkata:
إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
“Kita pasti tertangkap!”
Nabi Musa menjawab dengan keyakinan:
كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
“Tidak! Bersamaku Tuhanku, Dia pasti memberi petunjuk.”
(QS Asy-Syu‘ara: 62)
Lalu Allah membelah laut.
Hikmah
✨ Yakin kepada pertolongan Allah walau jalan belum terlihat
✨ Jangan panik saat semua pintu tampak tertutup
✨ Pertolongan Allah sering datang di detik terakhir
3️⃣ Nabi Yunus ‘alaihis salam – Ditolong dalam kegelapan perut ikan
Kejadian
Nabi Yunus berada dalam tiga kegelapan:
gelap malam
gelap laut
gelap perut ikan
Beliau berdoa:
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang yang zalim.”
(QS Al-Anbiya: 87)
Allah langsung menyelamatkan beliau.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa Nabi Yunus melainkan Allah mengabulkannya.
(HR. Tirmidzi)
Hikmah
✨ Akui kesalahan saat terdesak
✨ Jangan putus asa dari rahmat Allah
✨ Dzikir Nabi Yunus adalah doa pelepas kesulitan
🌿 Pelajaran besar dari tiga kisah ini
Ketiganya menunjukkan pola yang sama:
🔹 Saat ujian mencapai puncak
🔹 Saat manusia sudah tidak bisa menolong
🔹 Saat hati hanya bergantung pada Allah
➡️ Maka pertolongan Allah turun
Allah berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, Dia akan memberinya jalan keluar.”
(QS At-Thalaq: 2)

Rabu, 01 April 2026

Fadhilah Sholat di Masjidil Haram dan di masjid Nabawi

Berikut dalil fadhilah sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berdasarkan hadits shahih:
1. Fadhilah sholat di Masjidil Haram
Rasulullah ﷺ bersabda:
صلاة في مسجدي هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواه إلا المسجد الحرام، وصلاة في المسجد الحرام أفضل من مائة ألف صلاة فيما سواه
“Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah — dinilai shahih oleh para ulama)
Maknanya:
1 sholat di Masjidil Haram = 100.000 sholat di masjid lain
Ini termasuk sholat wajib dan sunnah menurut banyak ulama
2. Fadhilah sholat di Masjid Nabawi
Rasulullah ﷺ bersabda:
صلاة في مسجدي هذا خير من ألف صلاة فيما سواه إلا المسجد الحرام
“Shalat di masjidku ini lebih baik daripada 1.000 shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari No. 1190, Muslim No. 1394)
Maknanya:
1 sholat di Masjid Nabawi = 1.000 sholat di masjid lain
3. Fadhilah sholat di Raudhah (bagian Masjid Nabawi)
Rasulullah ﷺ bersabda:
ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة
“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Bukhari No. 1196, Muslim No. 1391)
Maknanya:
Tempat mustajab doa
Tempat sangat dianjurkan sholat sunnah
4. Keutamaan saf pertama di Masjidil Haram
Rasulullah ﷺ bersabda:
أفضل صلاة الرجال في المسجد الحرام في الصف الأول
“Shalat terbaik bagi laki-laki di Masjidil Haram adalah di saf pertama.” (HR. Ahmad – hasan menurut sebagian ulama)
5. Keutamaan niat safar ke tiga masjid utama
Rasulullah ﷺ bersabda:
لا تُشَدُّ الرِّحالُ إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، ومسجدي هذا، والمسجد الأقصى
“Tidak dianjurkan melakukan perjalanan khusus (ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Nabawi), dan Masjid Al-Aqsha.” (HR. Bukhari No. 1189, Muslim No. 1397)
Hikmah keutamaannya
Para ulama menjelaskan:
Masjidil Haram: pusat tauhid (Ka'bah)
Masjid Nabawi: pusat sunnah Rasulullah ﷺ
Keduanya tempat turunnya wahyu dan perjuangan Islam
Karena itu pahala dilipatgandakan sangat besar.

Sabtu, 14 Maret 2026

Panduan Percakapan Bahasa Arab ‘Āmiyah (dialek Hijaz – Makkah/Madinah) yang sering dipakai mutawwif (pembimbing umrah) ketika berinteraksi dengan jamaah atau petugas

Berikut Panduan Percakapan Bahasa Arab ‘Āmiyah (dialek Hijaz – Makkah/Madinah) yang sering dipakai mutawwif (pembimbing umrah) ketika berinteraksi dengan jamaah atau petugas. Saya sertakan teks Arab, cara membaca, dan arti Indonesia.
Panduan Percakapan Arab ‘Amiyah untuk Mutawwif
1. Menyapa Jamaah
أهلاً وسهلاً يا جماعة
Ahlan wa sahlan ya jama‘ah
Selamat datang wahai jamaah.
حياكم الله
Hayyakumullah
Semoga Allah menyambut kalian.
2. Mengumpulkan Jamaah
لو سمحتم يا جماعة تعالوا هنا
Law samahtum ya jama‘ah ta‘ālu hunā
Tolong jamaah semuanya berkumpul di sini.
اجتمعوا هنا لو سمحتم
Ijtami‘ū hunā law samahtum
Silakan berkumpul di sini.
3. Mengingatkan Jamaah
انتبهوا يا جماعة
Intabihū ya jama‘ah
Perhatikan wahai jamaah.
خلكم مع بعض
Khallūkum ma‘a ba‘dh
Tetap bersama rombongan.
4. Mengatur Barisan
امشوا وراي
Imshu warāy
Ikuti saya.
لا تبتعدوا
La tabta‘idū
Jangan jauh-jauh.
5. Di Dalam Masjidil Haram
خلونا نبدأ الطواف
Khallūnā nabda’ at-tawāf
Mari kita mulai thawaf.
نبدأ من الحجر الأسود
Nabda’ min al-hajar al-aswad
Kita mulai dari Hajar Aswad.
6. Ketika Thawaf
لا تدفعوا الناس
La tadfa‘ū an-nās
Jangan mendorong orang.
امشوا بهدوء
Imshū bihudū’
Berjalan dengan tenang.
7. Jika Jamaah Tersesat
وين المجموعة؟
Wain al-majmū‘ah?
Di mana rombongan?
ارجع لنقطة التجمع
Irja‘ li nuqtat at-tajammu‘
Kembali ke titik kumpul.
8. Mengarahkan ke Tempat Tertentu
الحمامات هناك
Al-hammāmāt hunāk
Toilet ada di sana.
المصاعد هناك
Al-maṣā‘id hunāk
Lift ada di sana.
9. Ketika Sa’i
الآن نبدأ السعي
Al-ān nabda’ as-sa‘yi
Sekarang kita mulai sa’i.
بين الصفا والمروة
Bain as-safa wal marwah
Antara Shafa dan Marwah.
10. Memberi Arahan kepada Jamaah Lansia
امشوا شوي شوي
Imshū shway shway
Berjalan pelan-pelan.
انتبهوا من الزحمة
Intabihū min az-zahmah
Hati-hati dari keramaian.
11. Bertanya kepada Petugas
لو سمحت وين الباب هذا؟
Law samaht wain al-bāb hādhā?
Maaf, pintu ini di mana?
وين طريق الصفا؟
Wain tharīq as-safa?
Di mana jalan menuju Shafa?
12. Bertanya Lokasi
وين المسجد الحرام؟
Wain al-masjid al-haram?
Di mana Masjidil Haram?
وين الفندق؟
Wain al-funduq?
Di mana hotel?
13. Di Hotel
الفطور الساعة كم؟
Al-futūr as-sā‘ah kam?
Sarapan jam berapa?
الغرفة جاهزة؟
Al-ghurfah jāhizah?
Apakah kamar sudah siap?
14. Menenangkan Jamaah
لا تخافوا
La takhāfū
Jangan takut.
كل شيء تمام
Kullu shay’ tamām
Semua baik-baik saja.
15. Memberi Instruksi
استعدوا للخروج
Ista‘iddū lil-khurūj
Bersiap untuk keluar.
نخرج بعد خمس دقائق
Nakhruj ba‘d khams daqā’iq
Kita keluar lima menit lagi.
Kata-kata Penting dalam Dialek Hijaz
Arab
Cara baca
Arti
وين
wain
dimana
ليش
leish
kenapa
كيف
keif
bagaimana
يلا
yalla
ayo
خلاص
khalas
sudah
شوي
shway
sedikit
مرة
marrah
sangat
Contoh Percakapan Singkat
Mutawwif:
يلا يا جماعة نبدأ الطواف
Yalla ya jama‘ah nabda’ at-tawāf
Ayo jamaah kita mulai thawaf.
Jamaah:
طيب
Tayyib
Baik.
Mutawwif:
لا تدفعوا الناس وامشوا بهدوء
La tadfa‘ū an-nās wamshū bihudū’
Jangan dorong orang dan berjalan dengan tenang.
✅ Dengan menguasai kalimat-kalimat ini, mutawwif akan lebih mudah berkomunikasi di Makkah dan Madinah, terutama dengan:
petugas masjid
polisi
pegawai hotel
jamaah lokal

Materi Ringkas Manasik Umrah untuk Pembimbing (Mutawwif)

Berikut Materi Ringkas Manasik Umrah untuk Pembimbing (Mutawwif) yang bisa digunakan untuk menjelaskan kepada jamaah. Materi ini berisi urutan manasik, dalil, dan tips lapangan.
Materi Manasik Umrah untuk Mutawwif
1. Keutamaan Umrah
Rasulullah ﷺ bersabda:
العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما
“Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya.”
(HR Bukhari Muslim)
Hadits lain:
عمرة في رمضان تعدل حجة
“Umrah di bulan Ramadhan setara dengan pahala haji.”
(HR Bukhari Muslim)
2. Rukun Umrah (4 perkara)
Jika salah satu tidak dilakukan maka umrah tidak sah.
1️⃣ Ihram
Niat masuk ibadah umrah dari miqat.
Niat:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
Labbaika ‘umratan
“Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah.”
2️⃣ Thawaf
Mengelilingi Ka'bah 7 putaran.
Dimulai dari Hajar Aswad.
Dalil:
وليطوفوا بالبيت العتيق
“Hendaklah mereka thawaf di Baitullah.”
(QS Al-Hajj 29)
3️⃣ Sa’i
Berjalan antara Shafa dan Marwah 7 kali.
Dalil:
إن الصفا والمروة من شعائر الله
“Shafa dan Marwah termasuk syiar Allah.”
(QS Al-Baqarah 158)
4️⃣ Tahallul
Mencukur atau memotong rambut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah merahmati orang yang mencukur rambutnya.”
(HR Bukhari Muslim)
3. Wajib Umrah
Jika ditinggalkan harus membayar dam.
Ihram dari Miqat
Miqat bagi jamaah Indonesia biasanya:
Yalamlam (Sail Kabir)
atau dari Jeddah bagi yang transit tertentu.
4. Sunnah Ihram
Sunnah sebelum ihram:
Mandi
Memakai parfum
Memotong kuku
Shalat sunnah 2 rakaat
Memakai pakaian ihram
5. Larangan Ihram
Larangan bagi laki-laki:
memakai pakaian berjahit
menutup kepala
Larangan umum:
memotong rambut
memotong kuku
memakai parfum
berburu
hubungan suami istri
Dalil:
QS Al-Baqarah 197
6. Talbiyah
Dibaca sejak ihram sampai mulai thawaf.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ
لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ
إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ
لَا شَرِيكَ لَكَ
Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah,
tidak ada sekutu bagi-Mu…”
7. Sunnah Saat Thawaf
Untuk laki-laki:
Idhtiba
Membuka bahu kanan.
Raml
Berjalan cepat pada 3 putaran pertama.
8. Doa Ketika Thawaf
Tidak ada doa khusus setiap putaran.
Yang diajarkan Nabi ﷺ:
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
(HR Abu Dawud)
9. Shalat di Maqam Ibrahim
Setelah thawaf dianjurkan shalat 2 rakaat.
Dalil:
واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى
(QS Al-Baqarah 125)
10. Minum Air Zamzam
Rasulullah ﷺ bersabda:
ماء زمزم لما شرب له
“Air Zamzam sesuai niat orang yang meminumnya.”
(HR Ibnu Majah)
11. Sunnah Sa’i
Ketika sampai di Shafa membaca:
إن الصفا والمروة من شعائر الله
Lalu membaca:
نبدأ بما بدأ الله به
“Kita mulai dengan apa yang Allah mulai.”
(HR Muslim)
12. Lari Kecil Saat Sa’i
Laki-laki dianjurkan lari kecil antara dua lampu hijau.
Ini mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
13. Tahallul
Setelah sa’i:
laki-laki mencukur gundul atau memendekkan
wanita memotong rambut sekitar 1 cm
14. Amalan Sunnah di Makkah
Selama di Makkah dianjurkan:
Thawaf sunnah
Shalat di Masjidil Haram
Dzikir
Membaca Qur’an
Berdoa di Multazam
Shalat di Hijr Ismail
15. Kesalahan Jamaah Umrah yang Sering Terjadi
Dorong-dorongan mencium Hajar Aswad
Menganggap ada doa khusus tiap putaran
Foto berlebihan saat ibadah
Lupa niat ihram di miqat
Tidak tertib dalam sa’i
Tidak sabar saat thawaf
Tips Lapangan untuk Mutawwif
Beberapa hal penting saat membimbing jamaah:
Ingatkan niat ihram sebelum miqat
Pimpin talbiyah di bus
Jelaskan rukun umrah sebelum masuk Masjidil Haram
Atur titik kumpul jamaah
Bantu jamaah lansia saat sa’i
Ingatkan jamaah agar tidak berdesakan di Hajar Aswad
Pesan Rasulullah ﷺ
Rasulullah bersabda:
خذوا عني مناسككم
“Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”
(HR Muslim)
✅ Kesimpulan
Urutan umrah:
1️⃣ Ihram dari miqat
2️⃣ Thawaf 7 putaran
3️⃣ Shalat 2 rakaat
4️⃣ Minum zamzam
5️⃣ Sa’i Shafa Marwah
6️⃣ Tahallul

20 adab penting ketika berada di Masjidil Haram

Berikut 20 adab penting ketika berada di Masjidil Haram yang dijelaskan oleh para ulama dalam kitab fiqih seperti Al-Majmu’ (Imam Nawawi), Al-Mughni (Ibnu Qudamah), Fiqh Sunnah, dan kitab manasik haji. Banyak jamaah sering tidak memperhatikan adab-adab ini.
20 Adab Penting di Masjidil Haram
1. Masuk dengan kaki kanan
Disunnahkan masuk masjid dengan kaki kanan sambil membaca doa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إذا دخل أحدكم المسجد فليقل: اللهم افتح لي أبواب رحمتك
“Jika kalian masuk masjid maka bacalah:
Allahummaftah li abwaba rahmatik (Ya Allah bukakanlah pintu rahmat-Mu).”
(HR Muslim)
2. Masuk dengan hati yang penuh pengagungan
Masjidil Haram adalah tempat paling mulia di bumi.
Allah berfirman:
وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Siapa yang mengagungkan syiar Allah maka itu dari ketakwaan hati.”
(QS Al-Hajj 32)
3. Tidak meninggikan suara
Allah berfirman:
لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ
“Jangan kalian meninggikan suara.”
(QS Al-Hujurat 2)
Di masjid dianjurkan berbicara dengan suara lembut.
4. Tidak berbicara hal sia-sia
Masjid adalah tempat:
dzikir
shalat
membaca Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Masjid dibangun untuk dzikir kepada Allah dan shalat.”
(HR Muslim)
5. Memperbanyak thawaf
Para ulama mengatakan jika tidak shalat wajib maka dianjurkan memperbanyak thawaf.
Ibnu Taimiyah berkata:
“Thawaf lebih utama daripada shalat sunnah bagi orang yang datang dari luar Makkah.”
6. Memperbanyak dzikir
Dzikir yang dianjurkan:
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
La ilaha illallah
Astaghfirullah
7. Membaca Al-Qur’an
Masjid adalah tempat terbaik membaca Al-Qur’an.
Sebagian ulama salaf bisa khatam berkali-kali di Masjidil Haram.
8. Tidak menyakiti jamaah lain
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ
“Orang yang menyakiti kaum mukminin…”
(QS Al-Ahzab 58)
Contoh pelanggaran:
mendorong saat thawaf
marah kepada jamaah
9. Menjaga pandangan
Masjid adalah tempat ibadah.
Allah berfirman:
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
“Katakan kepada orang beriman agar mereka menundukkan pandangan.”
(QS An-Nur 30)
10. Tidak mengambil foto berlebihan
Ini sering menghilangkan kekhusyukan ibadah.
Ulama menasihatkan agar fokus ibadah, bukan dokumentasi.
11. Tidak lewat di depan orang shalat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat tahu dosanya, ia lebih baik berdiri 40 (tahun) daripada lewat di depannya.”
(HR Bukhari Muslim)
12. Tidak duduk sebelum shalat tahiyatul masjid
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika salah seorang masuk masjid jangan duduk sampai shalat dua rakaat.”
(HR Bukhari Muslim)
Namun jika langsung thawaf maka thawaf menggantikan tahiyatul masjid.
13. Tidak berjualan di masjid
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika kalian melihat orang berjual beli di masjid maka katakan: semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu.”
(HR Tirmidzi)
14. Tidak mencari barang hilang dengan suara keras
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mencari barang hilang di masjid maka katakan: semoga Allah tidak mengembalikannya.”
(HR Muslim)
15. Menjaga kebersihan
Allah berfirman:
وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ
“Sucikan rumah-Ku untuk orang yang thawaf.”
(QS Al-Hajj 26)
16. Tidak tidur berlebihan
Jika di Masjidil Haram sebaiknya waktu digunakan untuk:
shalat
dzikir
Qur’an
thawaf
17. Tidak berdesakan mencium Hajar Aswad
Umar bin Khattab berkata:
“Jangan kalian menyakiti kaum muslimin.”
Jika penuh maka cukup isyarat tangan.
18. Ikhlas dalam ibadah
Allah berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas.”
(QS Al-Bayyinah 5)
19. Menghindari perdebatan
Allah berfirman tentang haji:
فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
“Tidak boleh rafats, kefasikan, dan perdebatan dalam haji.”
(QS Al-Baqarah 197)
20. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin
Para ulama mengatakan:
Waktu di Masjidil Haram sangat mahal.
Ibnu Mas’ud berkata:
“Penyesalan terbesar di hari kiamat adalah waktu yang terbuang tanpa dzikir kepada Allah.”
Nasihat Ulama untuk Jamaah Umrah
Imam Ibnu Qudamah berkata:
“Orang yang datang ke Baitullah hendaknya menyibukkan diri dengan thawaf, shalat, dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an.”
✅ Kesimpulan
Adab utama di Masjidil Haram:
Mengagungkan tempat suci
Tidak menyakiti jamaah
Memperbanyak ibadah
Menjaga akhlak
Menghindari kesia-siaan
Karena setiap detik di sana pahalanya sangat besar.