Translate

Rabu, 06 Agustus 2025

Kisah Bal'am

Bal'am bin Ba'ura adalah seorang tokoh yang hidup pada zaman Nabi Musa ‘alaihis salam. Ia dikenal dalam literatur Islam (dan juga sebagian Yahudi) sebagai seseorang yang awalnya berilmu, bahkan dikaruniai pengetahuan tentang nama Allah yang agung (Ismul A'dzham) yang jika digunakan untuk berdoa pasti dikabulkan. Namun akhirnya ia menyalahgunakan ilmu dan karunia tersebut demi kepentingan dunia, dan berpihak kepada musuh Nabi Musa.


---

๐Ÿ“œ Asal-Usul Kisah Bal'am

Bal'am disebut dalam tafsir para ulama sebagai contoh orang yang berpaling dari petunjuk Allah setelah mengetahuinya, meskipun namanya tidak disebut langsung dalam Al-Qur'an. Ia dikaitkan dengan Surat Al-A'raf ayat 175–176:

> "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri darinya, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat."
(QS. Al-A’raf: 175)



> "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya..."
(QS. Al-A’raf: 176)




---

๐Ÿ“š Tafsir Ibnu Katsir tentang Bal'am

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini merujuk pada Bal'am bin Ba'ura dari Bani Israil yang tinggal di wilayah Syam. Ia adalah orang shalih yang memiliki ilmu luar biasa, namun akhirnya:

Ia diminta oleh kaumnya untuk mendoakan keburukan bagi Nabi Musa dan Bani Israil karena merasa terganggu dengan keberadaan mereka.

Awalnya Bal'am menolak, namun karena tekanan dan iming-iming dunia, ia tunduk.

Bal'am pun menggunakan nama Allah (Ismul A’dzham) untuk mendoakan kejelekan kepada Nabi Musa, namun doanya justru berbalik menimpa dirinya sendiri.

Akhirnya ia tersesat dan binasa, menjadi seperti anjing yang tetap menjulurkan lidahnya walau diusir atau dibiarkan (lihat QS. Al-A'raf: 176).



---

๐ŸŽ“ Hikmah dari Kisah Bal'am

1. Ilmu dan karunia tidak menjamin keselamatan, jika tidak diiringi dengan keimanan dan amal saleh.


2. Jangan menjual agama demi dunia, karena itu bisa menyebabkan kebinasaan abadi.


3. Setan bisa menyesatkan orang yang awalnya alim dan dekat dengan Allah, jika ia lemah dalam menjaga hawa nafsunya.


4. Permisalan Bal'am seperti anjing: kehilangan kemuliaannya, tidak bisa kembali pada petunjuk, dan hanya mengikuti hawa nafsu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar